JAKARTA– PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (IDX: ADRO) memberikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan klarifikasi atas pemberitaan yang dimuat oleh media Inilah.com. Perseroan menegaskan tidak bertanggung jawab atas isi pemberitaan tersebut karena tidak pernah dikonfirmasi maupun diverifikasi secara resmi.
Tanggapan itu disampaikan ALAMTRI melalui surat kepada BEI tertanggal 2 September 2026, sebagai respons atas surat BEI Nomor S-11210/BEI.PP1/09-2026 mengenai Permintaan Penjelasan atas Pemberitaan di Media Massa.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, ALAMTRI menyatakan pemberitaan yang beredar dibuat secara sepihak tanpa melalui proses konfirmasi kepada perusahaan.
“Kami tidak bertanggung jawab atas pemberitaan-pemberitaan yang dibuat secara sepihak tanpa konfirmasi atau verifikasi resmi kepada kami,” tulis manajemen ALAMTRI dalam surat tanggapannya kepada BEI.
Perseroan juga menegaskan tetap memantau perkembangan pemberitaan yang berkaitan dengan perusahaan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
ALAMTRI Pastikan Tidak Ada Dampak Operasional dan Keuangan
Menjawab pertanyaan BEI mengenai dampak pemberitaan tersebut, ALAMTRI memastikan hingga surat tanggapan disampaikan tidak terdapat pengaruh terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Perseroan menyebut aktivitas bisnis tetap berjalan normal dan tidak ada perubahan yang ditimbulkan akibat informasi yang beredar di media.
Selain itu, ALAMTRI juga menilai pemberitaan tersebut tidak menimbulkan risiko operasional ataupun risiko keuangan bagi perusahaan.
Tidak Ada Informasi Material yang Mempengaruhi Harga Saham
ALAMTRI turut memastikan tidak terdapat fakta material atau kejadian penting yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Menurut manajemen, hingga tanggal penyampaian klarifikasi tidak ada informasi material yang wajib diungkapkan kepada publik sebagai dampak dari pemberitaan tersebut.
Dengan penjelasan ini, ALAMTRI berharap investor memperoleh informasi resmi yang bersumber dari keterbukaan informasi perusahaan dan bukan dari pemberitaan yang belum dikonfirmasi kepada perseroan.












