JAKARTA — Jumlah pemegang saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) meningkat signifikan sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) yang disampaikan perseroan pada 4 September 2026, jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID bertambah 3.681 investor menjadi 36.195 SID.
Dalam laporan yang ditandatangani Corporate Secretary Eagle High Plantations, Rizka Dewi Sulistyorini, disebutkan jumlah pemegang saham pada bulan sebelumnya tercatat sebanyak 32.514 SID. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 11,3% secara bulanan.
Kenaikan jumlah investor tersebut terjadi tanpa perubahan pada struktur kepemilikan pemegang saham utama maupun jumlah saham tercatat perseroan.
Kepemilikan Dua Pemegang Saham Utama Tetap Dominan
Berdasarkan LBRE per akhir Agustus 2026, PT Rajawali Capital masih menjadi pemegang saham terbesar Eagle High Plantations dengan kepemilikan sebanyak 11,886 miliar saham, atau sekitar 37,7% dari total saham perseroan.
Jumlah tersebut tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, FIC Properties Sdn Bhd tercatat menguasai 11,664 miliar saham, setara dengan sekitar 37% saham BWPT. Kepemilikan FIC Properties juga tidak mengalami perubahan.
Dengan demikian, kedua pemegang saham tersebut secara bersama-sama menguasai sekitar 74,7% saham Eagle High Plantations.
Struktur tersebut menunjukkan bahwa kepemilikan BWPT masih sangat terkonsentrasi pada dua pemegang saham utama, sementara porsi saham yang tersedia bagi publik relatif lebih kecil.
Free Float BWPT Tetap 23,98%
Dari sisi saham publik, jumlah saham free float BWPT pada akhir Agustus 2026 tercatat sebanyak 7,559 miliar saham, atau 23,98% dari total saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Angka tersebut sama dengan posisi bulan sebelumnya.
Total saham tercatat BWPT juga tidak berubah, yakni 31,525 miliar saham. Perseroan memiliki saham treasuri sebanyak 402,923 juta saham, setara dengan sekitar 1,28% dari total saham.
Tidak adanya perubahan pada jumlah free float menunjukkan bahwa kenaikan jumlah investor selama Agustus tidak disertai perubahan material pada komposisi saham yang dikategorikan sebagai saham publik.
Investor Bertambah, tetapi Belum Ada Perubahan pada Pemegang Saham Besar
Kenaikan jumlah SID menjadi 36.195 menjadi salah satu poin penting dalam laporan Agustus BWPT.
Secara hitungan, penambahan 3.681 SID tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 11,3% dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski demikian, data LBRE belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa seluruh investor baru melakukan akumulasi saham dalam jumlah besar. Laporan tersebut menunjukkan perubahan jumlah pemegang rekening investor, tetapi tidak memberikan rincian transaksi masing-masing investor selama periode tersebut.
Karena itu, kenaikan jumlah SID lebih tepat dibaca sebagai indikasi bertambahnya jumlah investor yang tercatat memiliki saham atau rekening efek terkait BWPT, bukan secara otomatis sebagai sinyal bahwa terjadi akumulasi besar-besaran.
Peter Sondakh Tercatat sebagai Pemilik Manfaat
Dalam laporan tersebut, Eagle High Plantations juga mencantumkan Peter Sondakh sebagai pemilik manfaat (beneficial owner) pengendali tingkat individu yang terdiri dari satu pihak atau kelompok terorganisasi.
Sementara itu, pada jajaran direksi terdapat tiga nama yang tercatat memiliki saham BWPT.
Yeoh Lean Khai tercatat memiliki 2,683 juta saham, sedangkan Choong Kam Loong memiliki 50.000 saham. Adapun Henderi Djunaidi memiliki 10 juta saham.
Jumlah kepemilikan tersebut juga tercatat tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.
Tidak Ada Perubahan Saham Beredar
Secara keseluruhan, laporan Agustus memperlihatkan bahwa jumlah saham BWPT masih berada di level 31,525 miliar saham.
Komposisi utama juga relatif stabil. PT Rajawali Capital tetap memiliki 37,7%, FIC Properties Sdn Bhd 37%, sementara free float berada di 23,98%.
Dengan demikian, perubahan yang paling mencolok dalam laporan kali ini bukan berasal dari pergeseran kepemilikan pemegang saham utama, melainkan dari peningkatan jumlah investor.
Bagi investor pasar modal, perkembangan jumlah SID dapat menjadi salah satu indikator untuk memantau perubahan basis investor suatu emiten. Namun, indikator tersebut tetap perlu dikombinasikan dengan data transaksi saham, volume perdagangan, kinerja keuangan, aksi korporasi, serta perkembangan harga saham sebelum digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.












