JAKARTA – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (IDX: AADI) resmi mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:4. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 22 Agustus 2026.
Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyebut aksi korporasi ini juga telah memperoleh persetujuan prinsip dari BEI pada tanggal yang sama.
Dengan rasio 1:4, setiap 1 saham lama AADI akan dipecah menjadi 4 saham baru. Langkah ini akan meningkatkan jumlah saham yang beredar, sementara nilai nominal per lembar saham akan menyesuaikan sesuai ketentuan stock split.
Tujuan Stock Split AADI
Dalam dokumen keterbukaan informasi, Adaro Andalan Indonesia menjelaskan bahwa stock split dilakukan sebagai bagian dari aksi korporasi perseroan. Namun, rincian mengenai alasan dan tujuan pelaksanaan masih dituliskan secara umum dalam dokumen yang dipublikasikan.
Secara umum, aksi stock split biasanya dilakukan emiten untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan membuat harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel tanpa mengubah nilai fundamental perusahaan.
Jadwal Pelaksanaan Stock Split
Perseroan menyampaikan bahwa prakiraan tanggal pelaksanaan stock split adalah 22 Agustus 2026. Selain itu, AADI juga mengungkapkan terdapat rencana aksi korporasi dalam jangka waktu enam bulan setelah pelaksanaan stock split, meski detailnya belum dijelaskan dalam keterbukaan informasi tersebut.
Efek Ekuitas dan Penilaian Kewajaran
AADI juga menginformasikan bahwa perseroan memiliki efek bersifat ekuitas selain saham yang dapat dikonversi menjadi saham, yaitu waran.
Dalam dokumen tersebut turut dicantumkan ringkasan informasi penilaian saham yang menyebut hasil pendapat kewajaran (fairness opinion) dengan kesimpulan “wajar” berdasarkan penilaian yang dilakukan pada 22 Agustus 2026.
Dampak bagi Investor
Stock split tidak mengubah nilai investasi pemegang saham secara keseluruhan. Setelah aksi korporasi efektif, jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah sesuai rasio 1:4, sementara harga saham secara teoritis akan menyesuaikan menjadi seperempat dari harga sebelum pemecahan saham.
Investor kini menantikan jadwal efektif perdagangan saham AADI dengan nilai nominal baru setelah seluruh tahapan administrasi di Bursa Efek Indonesia selesai dilaksanakan.












