Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

Kinerja 1H2026 Menguat, Prodia Siapkan Buyback Saham Rp150 Miliar

badge-check


					PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) Perbesar

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)

JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kembali menyiapkan aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp150 miliar. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi sekaligus menjadi bagian dari strategi perseroan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Rencana buyback Prodia merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada 2025. Perseroan menilai aksi korporasi ini dapat membantu menjaga stabilitas harga saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental dan prospek bisnis jangka panjang Prodia.

Dana yang disiapkan mencapai maksimal Rp150 miliar, termasuk biaya transaksi. Seluruh pendanaan berasal dari kas internal perseroan.

Buyback Dimulai 20 Agustus

Prodia akan melaksanakan buyback secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan buyback berlangsung paling lama tiga bulan, mulai 20 Agustus hingga 19 November 2026.

Rencana tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni POJK Nomor 13 Tahun 2023, POJK Nomor 29 Tahun 2023, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026.

Berdasarkan ketentuan tersebut, Prodia dapat melaksanakan pembelian kembali saham tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perseroan juga telah menyampaikan rencana tersebut melalui keterbukaan informasi kepada pemegang saham.

Manajemen Yakin Fundamental Prodia Kuat

Direktur Utama Prodia, Liana Kuswandi, mengatakan buyback merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.

Menurutnya, kondisi fundamental yang kuat membuat Prodia melihat buyback sebagai langkah strategis untuk menunjukkan keyakinan terhadap prospek bisnis jangka panjang perusahaan.

“Sebagai perusahaan dengan fundamental yang kuat, kami memandang buyback sebagai langkah strategis untuk menunjukkan keyakinan Perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang Prodia,” kata Liana.

Di tengah dinamika pasar, perseroan ingin memperkuat kepercayaan investor sekaligus mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham.

Liana menegaskan pelaksanaan buyback akan dilakukan secara prudent dengan tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan.

Didukung Likuiditas dan Arus Kas

Finance & Sustainability Director sekaligus Corporate Secretary Prodia, Marina Eka Amalia, mengatakan keputusan melakukan buyback telah mempertimbangkan kondisi likuiditas, arus kas, dan fundamental perseroan.

“Buyback ini didukung oleh kondisi likuiditas, arus kas, dan fundamental Perseroan yang sehat. Langkah ini juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kinerja Perseroan yang terus membaik serta prospek pertumbuhan bisnis ke depan,” ujar Marina.

Manajemen menilai harga saham PRDA saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental perusahaan. Karena itu, buyback dipandang sebagai salah satu bentuk alokasi modal yang tepat untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Seluruh pendanaan buyback berasal dari kas internal sehingga perseroan menyatakan aksi tersebut tidak akan mengganggu kegiatan operasional, rencana ekspansi, maupun kemampuan Prodia dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Perseroan tetap berkomitmen menjaga disiplin keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Fokus Jaga Stabilitas Saham dan Nilai Pemegang Saham

Dalam keterbukaan informasi, Prodia menyebut buyback sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, menjaga stabilitas harga saham, memperkuat kepercayaan pasar, serta mengoptimalkan struktur permodalan.

Dengan langkah tersebut, perseroan berharap dapat memberikan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

Prodia juga meyakini pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan karena perusahaan masih memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai.

Ke depan, Prodia menyatakan akan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)
Trending di Saham