Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

Direktur NICK Borong Saham, Kepemilikan Nicholas Santoso Naik Jadi 166.500 Saham

badge-check


					PT NICK - Charnic Capital Tbk (NICK) Perbesar

PT NICK - Charnic Capital Tbk (NICK)

JAKARTA – Direktur PT NICK – Charnic Capital Tbk (NICK), Nicholas Santoso, menambah kepemilikannya di saham perseroan melalui serangkaian transaksi pembelian pada 14 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Agustus 2026, Nicholas tercatat membeli saham NICK sebanyak 1.400 saham dalam tujuh transaksi pembelian.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Nicholas di NICK meningkat dari sebelumnya 165.100 saham menjadi 166.500 saham.

Dengan demikian, terjadi penambahan kepemilikan sebanyak 1.400 saham. Meski jumlah saham bertambah, porsi hak suara Nicholas tetap tercatat sebesar 0,03% baik sebelum maupun setelah transaksi.

Seluruh transaksi pembelian dilakukan pada 14 Agustus 2026 dengan harga yang bervariasi.

Rinciannya, Nicholas membeli 200 saham pada harga Rp1.475 per saham, kemudian 100 saham di harga Rp1.470, serta 200 saham pada harga Rp1.480 per saham.

Selanjutnya, terdapat pembelian 300 saham pada harga Rp1.500, 200 saham di harga Rp1.490, 200 saham pada harga Rp1.495, dan 200 saham terakhir di harga Rp1.485 per saham.

Jika dihitung berdasarkan masing-masing harga transaksi, nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp2,08 juta.

Seluruh saham yang dibeli merupakan saham biasa dan berstatus kepemilikan langsung.

Dalam laporan tersebut, Nicholas mencantumkan tujuan transaksi sebagai investasi. Ia juga tidak tercatat sebagai pihak yang memberikan keterangan mengenai pengendalian perusahaan dan tidak terdapat informasi bahwa transaksi tersebut ditujukan untuk mempertahankan pengendalian.

Laporan kepemilikan tersebut disampaikan berdasarkan ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.

Aksi pembelian saham oleh direksi menjadi salah satu informasi yang dapat dicermati investor karena menunjukkan adanya perubahan kepemilikan oleh pihak internal perusahaan.

Meski demikian, dengan kepemilikan pascatransaksi sebesar 0,03%, posisi Nicholas Santoso masih merupakan kepemilikan minoritas dan tidak menunjukkan perubahan pengendalian atas NICK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Pemenang Nusantara Internasional Lepas 20 Juta Saham WINR untuk Tambah Free Float

4 September 2026 - 21:13 WIB

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)
Trending di Saham