Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Kripto

Bitcoin dan Ethereum Menguat, Altcoin Mulai Dilirik? Investor Mulai Berburu Peluang Baru

badge-check


					Bitcoin And Ethereum Perbesar

Bitcoin And Ethereum

JAKARTA – Pasar aset kripto kembali menunjukkan geliat positif. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sama-sama mencatat kenaikan tipis menjelang penutupan perdagangan 31 Juli, sementara perhatian investor mulai bergeser ke sejumlah altcoin yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar dalam jangka pendek.

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa kondisi ini belum bisa disebut sebagai altseason, yakni fase ketika sebagian besar altcoin mengalami lonjakan harga secara bersamaan. Yang terjadi saat ini lebih menyerupai rotasi modal secara bertahap, di mana investor mulai lebih selektif dalam memilih aset digital.

Bitcoin Tetap Jadi Penentu Arah Pasar

Data pasar menunjukkan Bitcoin naik sekitar 0,29% dan diperdagangkan di kisaran US$64.145 atau sekitar Rp1,05 miliar per BTC (kurs Rp16.350 per dolar AS).

Kenaikan memang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menjaga optimisme pasar.

Dalam ekosistem kripto, Bitcoin masih dianggap sebagai barometer utama. Ketika pergerakan BTC relatif stabil atau naik perlahan, investor biasanya mulai berani mengambil risiko lebih besar dengan mengalihkan sebagian dana ke aset kripto lain.

Sebaliknya, jika Bitcoin mengalami koreksi tajam, minat terhadap altcoin umumnya ikut melemah.

Karena itu, meski kenaikan Bitcoin kali ini tergolong moderat, kondisi tersebut tetap membuka ruang bagi altcoin untuk ikut bergerak.

Ethereum Bangkit Setelah Sempat Terkoreksi

Sementara itu, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$1.890 hingga US$1.920, atau sekitar Rp30,9 juta hingga Rp31,4 juta per ETH.

Ethereum sempat turun di bawah level psikologis US$1.900 sebelum akhirnya berhasil pulih.

Berbeda dengan Bitcoin yang lebih sering menjadi indikator sentimen pasar, Ethereum kini memiliki lebih banyak faktor yang memengaruhi pergerakan harganya.

Investor tidak hanya memperhatikan harga ETH, tetapi juga perkembangan ekosistemnya, mulai dari pertumbuhan Layer-2, arus investasi ETF, perkembangan stablecoin, aktivitas DeFi (Decentralized Finance), hingga persaingan dengan blockchain lain yang menawarkan transaksi lebih cepat.

Jika Ethereum terus menunjukkan stabilitas, dana investor berpotensi mengalir ke proyek-proyek yang berada dalam ekosistemnya, seperti token DeFi maupun proyek infrastruktur blockchain.

Dominasi Bitcoin dan Ethereum Sedikit Menurun

Salah satu sinyal yang mulai diamati pelaku pasar adalah sedikit turunnya dominasi pasar Bitcoin dan Ethereum.

Penurunan ini mengindikasikan bahwa sebagian modal mulai mengalir ke aset digital lain. Namun, pergeseran tersebut masih relatif kecil sehingga belum cukup kuat untuk menyimpulkan dimulainya altseason.

Analis menilai rotasi modal di pasar kripto memang jarang terjadi secara serentak.

Biasanya, dana akan bergerak lebih dulu ke aset berkapitalisasi besar seperti Ethereum, kemudian berlanjut ke altcoin papan atas seperti Solana (SOL), XRP, BNB, Chainlink (LINK), atau Sui (SUI) sebelum akhirnya menyebar ke aset dengan risiko lebih tinggi.

Rotasi seperti ini juga bisa berlangsung hanya beberapa hari, bahkan terkadang berhenti sebelum berkembang menjadi tren yang lebih luas.

Investor Kini Lebih Selektif Memilih Altcoin

Berbeda dengan siklus bull market beberapa tahun lalu, ketika hampir semua altcoin bisa melonjak bersamaan, pasar kripto saat ini dinilai jauh lebih matang.

Investor kini lebih memperhatikan kualitas proyek dibanding sekadar mengikuti tren.

Beberapa sektor yang dinilai berpotensi menarik arus investasi antara lain token yang berkaitan dengan aset dunia nyata (Real World Assets/RWA), infrastruktur stablecoin, protokol DeFi yang memiliki pendapatan nyata, kecerdasan buatan (AI), token milik bursa kripto, hingga proyek blockchain yang menghadirkan pembaruan teknologi besar.

Dengan kata lain, tidak semua altcoin akan menikmati kenaikan hanya karena Bitcoin sedang stabil.

Pasar Kripto Dinilai Lebih Sehat

Analis melihat kondisi pasar saat ini justru mencerminkan perkembangan industri kripto yang lebih sehat.

Investor kini tidak lagi membeli aset hanya karena mengikuti tren, tetapi mulai mempertimbangkan faktor fundamental seperti utilitas proyek, sumber pendapatan, tata kelola, tokenomics, hingga prospek pengembangannya.

Selama Bitcoin mampu mempertahankan posisinya di atas level penting dan Ethereum tetap stabil, peluang rotasi modal ke sejumlah altcoin berkualitas masih terbuka. Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk berhati-hati karena pergerakan aset digital masih sangat dipengaruhi sentimen global dan volatilitas yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun

5 September 2026 - 10:26 WIB

Chainlink

Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya

5 September 2026 - 10:17 WIB

Michael Saylor

AS Bentuk Satgas Quantum, Ancaman 7 Juta Bitcoin Rentan Serangan Komputer Kuantum Masuk Perhatian Departemen Keuangan

26 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Bitcoin

Bitcoin Tembus Rp1,1 Miliar, Analis Sebut Permintaan ETF Jadi Penentu

21 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Michael Saylor Sebut Bitcoin sebagai Solusi Rekayasa untuk Menyimpan Nilai Ekonomi

16 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Michael Saylor
Trending di Kripto