Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

PT Vale Bukukan Laba Bersih US$61 Juta di Kuartal II-2026, Produksi Nikel dan EBITDA Tumbuh Signifikan

badge-check


					PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) Perbesar

PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO)

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) mencatat kinerja operasional dan keuangan yang lebih kuat pada kuartal II 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$61 juta, meningkat 39% secara kuartalan (QoQ) dari US$44 juta pada kuartal sebelumnya.

Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan produksi nikel dalam matte, kenaikan harga jual rata-rata nikel, serta efisiensi operasional yang terus dijaga di tengah dinamika pasar komoditas global.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan perseroan terus memperkuat fondasi produksi sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis untuk mendukung hilirisasi nikel nasional.

Produksi Nikel Naik 19%

Sepanjang kuartal II-2026, PT Vale memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte, naik sekitar 19% dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 13.620 ton.

Dengan demikian, total produksi pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton.

Peningkatan tersebut terjadi setelah selesainya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik (Electric Furnace) 3 pada Juni 2026, sehingga kapasitas produksi kembali meningkat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan keandalan operasional.

Perseroan optimistis mampu memenuhi target produksi sepanjang tahun seiring membaiknya fundamental pasar nikel global.

Penjualan Bijih Nikel Melonjak

Selain memproduksi nikel matte, PT Vale juga memperkuat bisnis penjualan bijih nikel melalui tiga pusat operasi di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa.

Di Blok Bahodopi, penjualan bijih nikel saprolit mencapai 1,07 juta wet metric ton (wmt) pada kuartal II, meningkat dari 886 ribu wmt pada kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, volume penjualan semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat lonjakan yang jauh lebih tinggi. Penjualan bijih nikel meningkat menjadi 1,26 juta wmt pada kuartal II dari hanya 89 ribu wmt pada kuartal pertama. Total penjualan semester pertama mencapai 1,35 juta wmt.

Menurut manajemen, peningkatan tersebut menunjukkan keberhasilan pengembangan kapasitas operasi sekaligus memperkuat strategi diversifikasi sumber pendapatan perusahaan.

Pendapatan Naik Berkat Harga Nikel

Kinerja keuangan PT Vale turut terdongkrak oleh kenaikan harga jual nikel.

Harga realisasi rata-rata nikel matte meningkat 4% menjadi US$14.765 per ton, sehingga mendorong pendapatan perseroan menjadi US$290 juta, atau naik 15% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, biaya tunai pokok penjualan nikel matte berhasil ditekan menjadi US$10.005 per ton, lebih rendah dibandingkan US$10.382 per ton pada kuartal pertama.

Efisiensi juga terlihat pada bisnis bijih nikel, dengan biaya tunai masing-masing sekitar US$21 per ton di Bahodopi dan US$7 per ton di Pomalaa.

EBITDA Melonjak 45%

Perbaikan operasional berdampak langsung terhadap profitabilitas.

PT Vale membukukan EBITDA sebesar US$116 juta, meningkat 45% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya operating leverage serta efisiensi biaya yang terus dijalankan perusahaan.

Namun demikian, perseroan juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga energi global.

Harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (HSFO) naik sekitar 25%, diesel meningkat 40%, sedangkan harga batu bara bertambah 12% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang masih membayangi pasar energi dunia.

Belanja Modal Difokuskan untuk Proyek Strategis

Selama kuartal II-2026, PT Vale mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$116 juta untuk mendukung keberlanjutan operasional serta pengembangan proyek-proyek pertumbuhan.

Per 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas tercatat sebesar US$111 juta, turun dari US$220 juta pada akhir Maret 2026, terutama karena meningkatnya aktivitas investasi.

Meski demikian, perseroan menegaskan tetap menerapkan pengelolaan likuiditas secara disiplin guna menjaga kesehatan keuangan sekaligus mendukung ekspansi jangka panjang.

Proyek HPAL Morowali Masuki Tahap Penting

PT Vale juga melaporkan perkembangan proyek hilirisasi melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Pada Juli 2026, autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi tiba di lokasi proyek. Peralatan tersebut merupakan komponen utama dalam fasilitas pengolahan bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Proyek ini dikembangkan bersama GEM Co., Ltd. dan EcoPro, serta menjadi salah satu proyek strategis nasional dalam memperkuat industri hilirisasi nikel Indonesia.

Menurut Bernardus Irmanto, kehadiran autoclave menjadi tonggak penting dalam pembangunan rantai pasok baterai kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia sekaligus memperkuat komitmen PT Vale terhadap agenda hilirisasi nasional.

Ringkasan Kinerja PT Vale Kuartal II-2026

Indikator Kuartal II-2026 Perubahan
Produksi Nikel Matte 16.153 ton +19% QoQ
Pendapatan US$290 juta +15% QoQ
EBITDA US$116 juta +45% QoQ
Laba Bersih US$61 juta +39% QoQ
Harga Rata-rata Nikel US$14.765/ton +4% QoQ
Biaya Tunai Nikel Matte US$10.005/ton Turun dari US$10.382/ton
Belanja Modal US$116 juta
Kas dan Setara Kas US$111 juta Turun dari US$220 juta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)
Trending di Saham