Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

Ancora (OKAS) Bukukan Pendapatan USD 76,33 Juta pada Semester I 2026, Siap Tancap Gas Kejar Pertumbuhan Bisnis Pertambangan

badge-check


					Ancora (OKAS) Bukukan Pendapatan USD 76,33 Juta pada Semester I 2026, Siap Tancap Gas Kejar Pertumbuhan Bisnis Pertambangan Perbesar

JAKARTA – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (BEI: OKAS) mencatatkan kinerja yang tetap solid sepanjang semester pertama 2026. Emiten yang bergerak di bidang solusi terintegrasi bahan kimia dan peledakan pertambangan ini membukukan pendapatan konsolidasian sebesar USD 76,33 juta hingga 30 Juni 2026, didukung oleh permintaan yang stabil dari sektor pertambangan.

Laporan keuangan konsolidasian (tidak diaudit) yang dirilis pada Senin (27/7) menunjukkan bahwa bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan masih menjadi tulang punggung perusahaan dengan kontribusi mencapai 95 persen terhadap total pendapatan.

Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk, Ratno “Ale” Paskalis Hendrawan, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan daya tahan bisnis Perseroan di tengah dinamika industri pertambangan.

“Ancora membukukan pendapatan yang stabil sebesar USD 76,33 juta pada semester pertama 2026, mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal,” ujar Ale dalam keterangannya.

Bisnis Solusi Peledakan Tumbuh Dua Digit

Salah satu sorotan kinerja Ancora berasal dari lini solusi peledakan, yang membukukan pendapatan USD 25 juta, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, segmen manufaktur dan perdagangan bahan kimia serta bahan peledak pertambangan tetap menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan USD 47,34 juta atau sekitar 62 persen dari total pendapatan Perseroan.

Adapun bisnis lainnya menyumbang pendapatan sebesar USD 3,98 juta atau sekitar 5 persen.

EBITDA Tembus USD 10,51 Juta

Dari sisi profitabilitas, Ancora membukukan EBITDA sebesar USD 10,51 juta, sedangkan laba bruto mencapai USD 18,94 juta dengan marjin laba bruto sebesar 25 persen.

Meski demikian, laba bersih periode berjalan tercatat sebesar USD 1,06 juta, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 5,86 juta. Penurunan tersebut sejalan dengan meningkatnya beban pokok penjualan dan beban operasional selama semester pertama 2026.

Perseroan menilai profitabilitas mulai menunjukkan perbaikan secara kuartalan. Laba bruto pada semester pertama meningkat sekitar 40 persen secara quarter-on-quarter (QoQ), sedangkan EBITDA melonjak sekitar 96 persen QoQ.

“Kami terus menunjukkan kinerja keuangan yang tangguh dengan kemampuan mempertahankan tingkat profitabilitas yang kuat,” kata Ale.

Neraca Tetap Kokoh, Utang Terkendali

Di tengah tantangan industri, Ancora mempertahankan struktur permodalan yang sehat.

Per 30 Juni 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar USD 157,63 juta, dengan total ekuitas mencapai USD 56,84 juta.

Posisi kas dan setara kas berada di level USD 7,52 juta, sementara total utang jangka pendek dan jangka panjang tercatat sebesar USD 40,07 juta.

Perseroan juga membukukan rasio lancar (current ratio) sebesar 1,29 kali dan rasio net gearing sebesar 0,57 kali, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga likuiditas serta mengelola tingkat utang secara konservatif.

Optimistis Semester II 2026 Lebih Cerah

Ancora optimistis prospek bisnis hingga akhir 2026 masih menjanjikan. Salah satu katalis utama berasal dari potensi revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diperkirakan akan meningkatkan aktivitas pertambangan pada semester kedua tahun ini.

Selain itu, Perseroan juga melihat peluang ekspansi melalui meningkatnya permintaan ekspor amonium nitrat dan aksesori peledak di kawasan Asia Pasifik.

Di sisi domestik, Ancora tengah memperluas basis pelanggan dengan menjajaki pasar di luar sektor pertambangan, termasuk industri pertanian.

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, Perseroan juga menargetkan Pabrik Booster di Handil, Kalimantan Timur, mulai beroperasi pada 2027. Fasilitas tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok terintegrasi Ancora sekaligus meningkatkan kapasitas ekspor dan menjadi salah satu mesin pertumbuhan pendapatan di masa mendatang.

Ale menegaskan bahwa posisi Ancora sebagai satu-satunya perusahaan bahan kimia dan bahan peledak pertambangan terintegrasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menjadi keunggulan kompetitif dalam menangkap peluang pertumbuhan industri.

“Dengan rantai nilai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, kami optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus mendukung kebutuhan strategis industri pertambangan nasional maupun regional,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)
Trending di Saham