JAKARTA – PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (IDX: DPUM) mengungkapkan arah strategi perusahaan setelah PT Rama Indonesia resmi menjadi pemegang saham pengendali baru. Perseroan menyiapkan ekspansi dengan belanja modal sekitar Rp100 miliar serta menargetkan pertumbuhan EBITDA rata-rata 7,75% per tahun pada periode 2027–2030.
Keterbukaan informasi tersebut disampaikan DPUM kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah menerima informasi dari PT Rama Indonesia pada 14 September 2026.
Rama Indonesia Bagian dari Unirama Group
DPUM menjelaskan PT Rama Indonesia merupakan bagian dari Unirama Group, kelompok usaha yang bergerak di bidang solusi rantai pasok dan distribusi barang konsumsi cepat saji atau Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia.
Unirama Group memiliki pengalaman dalam proses pengadaan hingga distribusi produk, didukung jaringan distribusi, infrastruktur pergudangan, serta jangkauan operasional di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Masuknya Rama Indonesia sebagai pemegang saham pengendali diharapkan memperkuat pengembangan bisnis dan mendukung pemulihan operasional Perseroan.
Siapkan Belanja Modal Rp100 Miliar
Perseroan mengungkapkan pada 2026 telah menyusun rencana ekspansi dengan alokasi belanja modal sekitar Rp100 miliar.
Investasi tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha dengan sasaran peningkatan EBITDA rata-rata sekitar 7,75% per tahun selama periode 2027 hingga 2030.
Meski demikian, pelaksanaan ekspansi tetap bergantung pada hasil evaluasi manajemen, ketersediaan pendanaan, persetujuan organ Perseroan maupun regulator jika diperlukan, serta kondisi usaha saat implementasi.
Fokus Pulihkan Operasional Pascakebakaran
DPUM juga menjelaskan PT Rama Indonesia memberikan dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan usaha setelah kebakaran yang melanda fasilitas operasional Perseroan di Pati, Jawa Tengah, pada 6 Juni 2026.
Dukungan tersebut mencakup percepatan pemulihan fasilitas yang terdampak, optimalisasi fasilitas operasional lainnya, penguatan rantai pasok, hingga menjaga pelayanan dan pemenuhan kebutuhan pelanggan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan operasional Perseroan pascakejadian.
Klaim Asuransi Ditargetkan Cair 100 Persen
Manajemen DPUM menyampaikan proses klaim asuransi atas insiden kebakaran masih berada pada tahap finalisasi.
Berdasarkan perkembangan pembahasan dengan perusahaan asuransi, manajemen menyatakan memiliki keyakinan bahwa klaim dapat direalisasikan 100 persen dari nilai klaim yang telah diajukan dan disepakati.
Perseroan menegaskan informasi mengenai profil pemegang saham pengendali baru, dukungan strategis, rencana ekspansi, serta perkembangan klaim asuransi bertujuan memberikan gambaran kepada pemegang saham dan publik mengenai arah pemulihan serta pengembangan bisnis DPUM ke depan.
Namun, perusahaan juga mengingatkan bahwa rencana belanja modal, target pertumbuhan EBITDA, dan realisasi klaim asuransi merupakan pernyataan berwawasan ke depan yang pelaksanaannya tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi usaha, pendanaan, persetujuan yang diperlukan, dan penyelesaian proses klaim.












