Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan Jumat pagi (11/9), turun sekitar 90 poin atau 1,4 persen ke level 6.502. Pelemahan ini menjadi penurunan hari ketiga berturut-turut sekaligus membawa IHSG ke posisi terendah dalam dua pekan terakhir.
Sentimen negatif datang dari pelemahan Wall Street semalam yang dipicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Lonjakan Harga Minyak Membebani Sentimen Pasar
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar saham Indonesia. Harga minyak dunia kembali menembus US$100 per barel setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan gangguan terhadap jalur distribusi energi.
Bagi Indonesia yang masih berstatus sebagai net importir minyak, kenaikan harga minyak memunculkan kekhawatiran terhadap meningkatnya beban subsidi energi dan tekanan terhadap kondisi fiskal pemerintah.
Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham.
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat
Selain faktor harga minyak, pelaku pasar juga mencermati pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Data inflasi produsen Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendorong aliran dana ke aset dolar AS dan obligasi, sehingga memberikan tekanan terhadap pasar saham negara berkembang.
Penjualan Ritel Indonesia Mulai Pulih
Di tengah tekanan pasar, pelemahan IHSG sempat tertahan oleh data ekonomi domestik yang menunjukkan perbaikan konsumsi masyarakat.
Penjualan ritel Indonesia pada Juli 2026 tercatat tumbuh untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir. Peningkatan tersebut didorong berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah tingginya tekanan biaya hidup.
Data tersebut memberikan sinyal bahwa konsumsi domestik mulai menunjukkan pemulihan.
Hampir Seluruh Sektor Berakhir di Zona Merah
Mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia diperdagangkan melemah pada sesi pagi.
Sektor yang mencatat tekanan terbesar antara lain:
- Kesehatan.
- Barang konsumsi siklikal.
- Material dasar.
- Transportasi.
Pelemahan terjadi secara merata seiring meningkatnya aksi jual investor.
Saham CPIN, JPFA, dan ESSA Jadi Penekan IHSG
Sejumlah saham berkapitalisasi besar mencatat penurunan signifikan pada perdagangan pagi.
Beberapa di antaranya meliputi:
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 3,7 persen.
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah 3,0 persen.
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terkoreksi 2,9 persen.
Ketiga saham tersebut menjadi salah satu kontributor utama pelemahan indeks.
IHSG Berpotensi Ditutup Melemah dalam Sepekan
Secara mingguan, IHSG diperkirakan membukukan penurunan sekitar 2 persen setelah pada pekan sebelumnya berhasil menguat.
Investor masih menunggu perkembangan harga minyak global serta keputusan Federal Reserve yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan pasar keuangan pada awal pekan mendatang.












