Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Otomotif

Ford Didesak Putus Ketergantungan Teknologi Baterai China, Pemerintah AS Soroti Kerja Sama dengan CATL

badge-check


					Ford Motor Co Perbesar

Ford Motor Co

Pemerintah Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanannya terhadap Ford Motor Co. terkait kerja sama teknologi dengan perusahaan baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Departemen Transportasi AS (Department of Transportation/DOT) menilai hubungan tersebut berpotensi mengancam kemandirian teknologi dan lapangan kerja di sektor otomotif Amerika.

Melalui surat tertanggal 3 September 2026 yang ditujukan kepada CEO Ford Jim Farley, Menteri Perhubungan AS Sean Duffy menyatakan pihaknya masih sangat khawatir terhadap ketergantungan Ford pada teknologi berlisensi dari China.

Dalam surat tersebut, Duffy mengakui persaingan industri otomotif global semakin ketat. Namun, ia menilai keputusan Ford bermitra dengan perusahaan China menunjukkan arah yang mengkhawatirkan bagi salah satu merek otomotif terbesar Amerika.

“Ford harus menunjukkan tanggung jawab sebagai perusahaan Amerika dengan mengutamakan ketahanan jangka panjang dan kedaulatan teknologi industri otomotif Amerika Serikat, bukan kepentingan jangka pendek atau aliansi asing yang dipertanyakan,” tulis Duffy.

Sorotan pada Pabrik Baterai BlueOval di Michigan

Fokus utama pemerintah AS adalah fasilitas BlueOval Battery Park milik Ford di Marshall, Michigan.

Pada Februari 2023, Ford mengumumkan investasi sebesar US$3,5 miliar untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik tersebut. Meski seluruh kepemilikan pabrik berada di tangan Ford, perusahaan menandatangani perjanjian lisensi dengan CATL untuk menggunakan pengetahuan dan layanan teknologi produksi baterai lithium iron phosphate (LFP).

Ford sebelumnya menyatakan produksi perdana sel baterai dari fasilitas tersebut dijadwalkan mulai dikirimkan pada akhir tahun ini.

Menurut Duffy, ketergantungan operasional terhadap teknologi dari pesaing strategis seperti China tidak sejalan dengan harapan pemerintah terhadap perusahaan otomotif Amerika.

“Perusahaan ikonik Amerika seperti Ford diharapkan mampu mengungguli para pesaing melalui inovasi, bukan semakin bergantung pada teknologi mereka,” ujar Duffy.

Ford Bantah Tuduhan Pemerintah

Ford merespons cepat surat tersebut dengan menegaskan dukungannya terhadap visi pemerintahan Presiden Donald Trump dalam memperkuat inovasi dan manufaktur Amerika Serikat.

Perusahaan menyebut kerja sama dengan CATL di Michigan bukan joint venture, melainkan hanya perjanjian lisensi teknologi dan layanan terbatas.

Menurut Ford, fasilitas BlueOval tetap dimiliki dan dioperasikan sepenuhnya oleh Ford di Amerika Serikat.

“Surat Menteri Duffy merupakan upaya yang keliru untuk mencari perhatian publik dengan mengorbankan perusahaan yang telah memberikan kontribusi besar bagi manufaktur Amerika selama sejarahnya,” tulis Ford dalam pernyataan resminya.

Ford juga menyebut surat DOT mengandung sejumlah kesalahan fakta, termasuk penyebutan kerja sama dengan CATL sebagai bentuk usaha patungan.

Perselisihan Soal Geely dan Produksi Lincoln

Dalam suratnya, Duffy juga menyinggung kerja sama Ford dengan Geely Auto di Spanyol. Ia menilai kolaborasi tersebut membantu perusahaan China memperkuat pijakan di pasar Barat.

Ford membantah klaim itu dan menjelaskan bahwa kerja sama dengan Geely merupakan proyek terpisah untuk produksi kendaraan di pabrik Ford di Valencia, Spanyol, sehingga tidak berkaitan dengan fasilitas baterai CATL di Michigan.

Selain itu, pemerintah AS mengkritik keputusan Ford yang baru akan menghentikan impor Lincoln Nautilus dari China mulai 2030. Menurut Duffy, penundaan tersebut membuat Amerika tetap bergantung pada manufaktur China selama beberapa tahun ke depan dan mengurangi peluang penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

Ford menilai kritik tersebut tidak berdasar. Perusahaan mengatakan strategi penghentian impor dilakukan secara bertahap sambil menyesuaikan kapasitas produksi dan kondisi pasar.

Ford Tegaskan Komitmen pada Manufaktur AS

Ford menegaskan bahwa strategi perusahaan tetap berfokus pada kepemilikan Amerika, tenaga kerja Amerika, dan produksi di Amerika Serikat, dengan tetap menjaga standar keamanan nasional.

Perusahaan juga menyayangkan Departemen Transportasi mempublikasikan surat tersebut tanpa lebih dulu menghubungi Ford untuk meminta penjelasan.

“Seandainya Menteri Duffy menghubungi kami sebelum merilis surat itu ke media, kami dengan senang hati menjelaskan lebih rinci komitmen Ford terhadap investasi dan manufaktur di Amerika Serikat,” ujar Ford.

Perselisihan ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara pemerintah AS dan produsen otomotif terkait penggunaan teknologi serta rantai pasok asal China, terutama di tengah persaingan global industri kendaraan listrik yang semakin intens.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaguar Type 01 Resmi Diperkenalkan, Mobil Listrik Bertenaga 1.016 HP Dibanderol Rp2 Miliar

13 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Jaguar Type 01

Ford, JPMorgan Chase dan Michigan Siapkan Inisiatif Manufaktur Senilai US$3 Miliar

7 Oktober 2026 - 10:17 WIB

sumber google

Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP

5 September 2026 - 10:56 WIB

Toyota Celica

Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

5 September 2026 - 10:41 WIB

Volkswagen

Bugatti Hidupkan Lagi Veyron 20 Tahun Lewat La Maison Pur Sang, Hypercar Legendaris Disulap Jadi Satu-satunya di Dunia

21 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Bugatti, Veyron, Hypercar,
Trending di Otomotif