Dalam laporan bernomor LK/28102026/0017/1 tersebut, jumlah kepemilikan saham BUKA tercatat meningkat dari 10,82 miliar saham menjadi 11,43 miliar saham.
Penambahan kepemilikan itu berasal dari dua transaksi pembelian saham. Transaksi pertama dilakukan pada 22 September 2026 sebanyak 188,70 juta saham dengan harga Rp104 per saham. Sementara transaksi kedua berlangsung pada 23 Oktober 2026 sebanyak 424,44 juta saham dengan harga Rp119 per saham.
Kedua transaksi tersebut berstatus kepemilikan langsung, menggunakan klasifikasi saham biasa, dan dilakukan untuk tujuan investasi.
Jika dihitung berdasarkan jumlah saham dan harga transaksi yang dilaporkan, nilai pembelian pertama mencapai sekitar Rp19,62 miliar, sedangkan transaksi kedua sekitar Rp50,51 miliar. Dengan demikian, total nilai pembelian dari kedua transaksi tersebut mencapai sekitar Rp70,13 miliar.
Meski kepemilikannya meningkat, laporan tersebut menyebutkan Elang Mahkota Teknologi bukan anggota direksi atau dewan komisaris BUKA. Laporan itu juga mencantumkan status pengendalian dengan keterangan tidak.
Peningkatan kepemilikan ini menambah porsi saham Elang Mahkota Teknologi di Bukalapak. Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut strategi investasi maupun alasan spesifik di balik penambahan kepemilikan saham tersebut.












