Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-00195/BEI.POP/10-2026 tertanggal 13 Oktober 2026, penetapan harga teoretis tersebut mengacu pada rasio HMETD BUVA sebesar 4:1.
Artinya, setiap pemegang empat saham lama BUVA berhak memperoleh satu HMETD untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.
Sebelum penyesuaian, harga saham BUVA pada akhir periode cum-rights di Pasar Reguler pada 13 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp590 per saham.
BEI kemudian menghitung harga teoretis berdasarkan kombinasi harga saham lama dan harga pelaksanaan saham baru. Hasil perhitungan menghasilkan harga teoretis sebesar Rp522 per saham.
Namun, setelah disesuaikan dengan ketentuan fraksi harga yang berlaku di bursa, harga teoretis BUVA yang dicantumkan dalam Jakarta Automated Trading System (JATS) untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi ditetapkan menjadi Rp520 per saham.
Harga Dasar Indeks BUVA Turut Disesuaikan
Selain harga teoretis, BEI juga menyesuaikan harga dasar untuk penghitungan Indeks Harga Saham Individual BUVA.
Berdasarkan formula yang tercantum dalam pengumuman, harga dasar baru ditetapkan sebesar 98,773, dengan menggunakan harga teoretis Rp520 dibandingkan harga saham sebelumnya Rp590 dan harga dasar lama 112,069.
Penyesuaian harga teoretis merupakan mekanisme bursa untuk memberikan acuan perdagangan setelah saham memasuki periode tanpa hak atas HMETD. Angka tersebut bukan jaminan harga pasar saham akan bergerak pada level yang sama, karena harga aktual tetap dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, dan kondisi pasar.
Pengumuman tersebut diterbitkan BEI berdasarkan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta merujuk pada keterbukaan informasi BUVA mengenai aksi korporasi HMETD yang dikoreksi pada 6 Oktober 2026.
Dengan penyesuaian ini, investor BUVA perlu memperhatikan harga teoretis, harga pelaksanaan HMETD, serta jadwal pelaksanaan hak dalam mengambil keputusan investasi.












