Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Kripto

CFO Perusahaan Multinasional Kehilangan Rp1,5 Miliar Akibat Penipuan Kripto Berkedok Cari Jodoh

badge-check


					CFO Perusahaan Multinasional Kehilangan Rp1,5 Miliar Akibat Penipuan Kripto Berkedok Cari Jodoh Perbesar

Seorang Chief Financial Officer (CFO) berusia 33 tahun dari sebuah perusahaan multinasional di Ahmedabad, India, menjadi korban penipuan investasi cryptocurrency yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp1,5 miliar. Penipuan tersebut dilakukan melalui modus pendekatan asmara di platform pencarian jodoh sebelum korban diarahkan untuk berinvestasi di situs kripto palsu.

Korban yang merupakan warga Naranpura akhirnya melaporkan kasus tersebut kepada unit kepolisian siber Ahmedabad setelah mengetahui bahwa platform investasi yang digunakannya hanyalah situs palsu dan seluruh permintaan penarikan dana diblokir.

Kasus ini kembali menunjukkan maraknya praktik “pig butchering”, yakni modus penipuan yang menggabungkan hubungan romantis dengan investasi cryptocurrency palsu untuk menguras uang korban.

Berawal dari Aplikasi Pencarian Pasangan

Korban diketahui mendaftar di sebuah aplikasi pencarian jodoh pada Maret 2025. Pada 8 Mei, ia berkenalan dengan seorang perempuan yang menggunakan nama Harshitha.

Setelah saling terhubung, percakapan keduanya berlanjut melalui WhatsApp. Selama beberapa minggu, Harshitha secara rutin menghubungi korban, berbagi biodata, serta membangun hubungan yang tampak serius hingga korban mempercayainya.

Pelaku Mengaku Kaya Berkat Investasi Kripto

Ketika pembicaraan mulai membahas karier dan rencana masa depan, Harshitha mulai memperkenalkan investasi cryptocurrency.

Ia mengklaim telah memperoleh keuntungan besar dari perdagangan aset digital hingga mampu membeli properti di Berlin, Jerman. Untuk memperkuat ceritanya, ia bahkan mengirimkan video yang diklaim sebagai rumah miliknya.

Tak lama kemudian, Harshitha merekomendasikan sebuah platform investasi cryptocurrency yang disebut-sebut mampu memberikan keuntungan tinggi.

Korban Menyetor Dana Hingga Rp1,5 Miliar

Mengikuti arahan tersebut, korban membuat akun di platform investasi itu dan menyelesaikan proses verifikasi.

Ia kemudian diminta mentransfer dana ke sejumlah rekening bank yang diberikan oleh layanan pelanggan situs tersebut. Setiap kali melakukan transfer, korban diminta mengunggah bukti pembayaran, lalu saldo di akun investasinya akan bertambah dalam bentuk aset cryptocurrency.

Platform tersebut juga menampilkan keuntungan yang terus meningkat sehingga membuat korban semakin yakin untuk menambah modal investasinya.

Dalam beberapa bulan, korban telah mengirimkan dana secara bertahap dengan total sekitar Rp1,5 miliar.

Penarikan Dana Selalu Gagal

Masalah muncul ketika korban mencoba menarik keuntungan dan modal investasinya.

Operator platform justru meminta pembayaran tambahan dengan alasan biaya administrasi, pajak, dan berbagai biaya lainnya. Meski seluruh permintaan tersebut dipenuhi, dana korban tetap tidak pernah dicairkan.

Merasa telah menjadi korban penipuan, ia melaporkan kasus tersebut melalui National Cyber Crime Reporting Portal sebelum akhirnya mengajukan laporan resmi kepada kepolisian siber Ahmedabad.

Modus Serupa Makin Marak di India

Kasus ini memiliki pola yang sama dengan berbagai penipuan romance-crypto yang belakangan meningkat di India.

Laporan sebelumnya menunjukkan korban lain yang berkenalan melalui platform pencarian jodoh juga diarahkan untuk berinvestasi Bitcoin setelah membangun hubungan melalui WhatsApp.

Kasus serupa telah ditemukan di berbagai kota seperti Bengaluru, Hyderabad, Madhya Pradesh, dan Chennai, dengan nilai kerugian korban berkisar antara sekitar Rp209 juta hingga lebih dari Rp39,9 miliar.

Menurut para penyelidik, aksi tersebut umumnya dijalankan oleh sindikat kriminal internasional yang menggunakan identitas palsu lengkap dengan foto hasil curian atau gambar buatan kecerdasan buatan (AI).

Pelaku akan menghabiskan waktu berminggu-minggu membangun hubungan emosional sebelum memperkenalkan investasi cryptocurrency atau forex yang tampak sangat menguntungkan.

Korban kemudian diarahkan ke platform investasi palsu yang menampilkan keuntungan fiktif. Ketika korban hendak menarik dana, pelaku akan meminta pembayaran tambahan dengan berbagai alasan hingga akhirnya seluruh dana korban habis.

Ciri-Ciri Modus “Pig Butchering”

Pakar keamanan siber mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap beberapa tanda penipuan berikut:

  • Percakapan tiba-tiba beralih dari hubungan pribadi menjadi pembahasan investasi cryptocurrency, forex, atau emas.
  • Pelaku mendesak korban segera menyetor dana sebagai bentuk kepercayaan atau komitmen hubungan.
  • Selalu menghindari pertemuan langsung maupun panggilan video.
  • Menawarkan keuntungan investasi yang sangat tinggi tanpa risiko.
  • Meminta transfer dana ke rekening pribadi atau platform investasi yang tidak memiliki izin resmi.

Dana Korban Sulit Dipulihkan

Meski berbagai platform pencarian jodoh di India telah meningkatkan sistem verifikasi identitas dan fitur keamanan, para pelaku terus beradaptasi dengan memindahkan komunikasi ke aplikasi terenkripsi seperti WhatsApp dan Telegram.

Pihak berwenang mengakui bahwa pemulihan aset korban masih menjadi tantangan besar karena dana yang dicuri biasanya langsung dikonversi menjadi cryptocurrency dan dikirim ke dompet digital internasional yang sulit dilacak.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan dugaan penipuan ke unit kepolisian siber setempat atau melalui portal pelaporan kejahatan siber sesegera mungkin agar peluang pelacakan aset menjadi lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Smarter Web Himpun Dana £10 Juta, Siapkan Dividen Mingguan dan Tambah Bitcoin

13 Oktober 2026 - 11:27 WIB

The Smarter Web Company,

Bursa Moskow Uji Perdagangan Kripto, Bitcoin Ditargetkan Bisa Diperdagangkan Mulai Desember

13 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Bitcoin

Hampir 492 Ribu Solana Senilai Rp900 Miliar Masuk Kraken, Pasar Kripto Waspada

25 September 2026 - 11:41 WIB

Solana

Pemegang Bitcoin Realisasikan Profit Rp80 Triliun, Tapi Aksi Jual Masih Terbatas

24 September 2026 - 11:02 WIB

SHIB Naik 5%, Tapi Netflow 144 Miliar Token Jadi Sinyal Waspada bagi Investor

21 September 2026 - 09:26 WIB

Shiba Inu (SHIB)
Trending di Kripto