Ryan Permana resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC). Informasi tersebut disampaikan melalui laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Juli 2026.
Dalam laporan tersebut, Ryan Permana tercatat bukan merupakan anggota direksi maupun dewan komisaris perseroan. Namun, sebelum transaksi dilakukan, ia merupakan salah satu pemegang saham dengan porsi kepemilikan yang cukup signifikan.
Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada OJK, Ryan sebelumnya memiliki 349.384.900 lembar saham atau setara dengan 10,5765 persen hak suara di PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk.
Setelah transaksi selesai, seluruh kepemilikan saham tersebut telah dilepas sehingga jumlah saham yang dimiliki menjadi 0 lembar atau 0 persen hak suara.
Dilaporkan Sesuai Ketentuan OJK
Laporan tersebut disampaikan berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024 mengenai laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka serta aktivitas menjaminkan saham perusahaan terbuka.
Regulasi tersebut mewajibkan setiap pihak yang memiliki kepemilikan saham dalam jumlah tertentu untuk melaporkan perubahan kepemilikannya kepada OJK sebagai bagian dari keterbukaan informasi di pasar modal.
Dokumen yang diterbitkan pada 23 Juli 2026 itu tercatat dengan nomor LK/23072026/0003/1.
Belum Diungkap Nilai Transaksi
Dalam laporan yang disampaikan kepada regulator, tidak dijelaskan nilai transaksi maupun identitas pihak yang membeli saham tersebut.
Dokumen tersebut juga tidak mengungkap alasan Ryan Permana melepas seluruh kepemilikannya di PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk.
Dengan berakhirnya transaksi tersebut, Ryan Permana tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham di emiten berkode EPAC.
Pelaku pasar umumnya mencermati perubahan kepemilikan saham dalam jumlah besar karena dapat menjadi salah satu informasi yang memengaruhi persepsi investor terhadap prospek maupun struktur kepemilikan suatu perusahaan. Meski demikian, setiap transaksi saham dapat dilakukan dengan berbagai tujuan, sehingga dampaknya terhadap kinerja perusahaan maupun pergerakan harga saham akan bergantung pada perkembangan fundamental dan informasi lanjutan yang disampaikan emiten.












