Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), SMLE menyampaikan bahwa Denico Food Ingredients telah menandatangani Letter of Intent (LoI). Kedua pihak selanjutnya akan melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap Sinarom dalam waktu dekat.
Manajemen SMLE menjelaskan, kerja sama dengan Denico Food Ingredients berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan melalui peningkatan penjualan, perluasan portofolio produk, serta pengembangan pasar.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung bisnis Sinarom melalui pemanfaatan produk, teknologi, dan jaringan usaha Denico Food Ingredients. Selain itu, SMLE berpeluang meningkatkan penjualan melalui pemasaran dan distribusi produk Denico di Indonesia.
Perseroan optimistis kerja sama ini dapat memperluas basis pelanggan, meningkatkan kontribusi pendapatan, serta mendorong pertumbuhan laba usaha dan laba bersih secara konsolidasi.
Fokus Perbaikan Kinerja Keuangan
Di sisi lain, SMLE mengakui kinerja keuangan hingga 30 Juni 2026 mengalami penurunan pendapatan dan mencatatkan rugi bersih. Manajemen menyebut penurunan penjualan tersebut merupakan bagian dari strategi peralihan portofolio menuju produk specialty ingredients yang memiliki margin lebih tinggi.
Strategi tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan modal kerja sekaligus meningkatkan kualitas pendapatan. Sementara itu, penurunan laba bersih dipengaruhi oleh proses transisi usaha yang sedang berlangsung.
Ke depan, SMLE akan mengandalkan peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya, serta optimalisasi sinergi dengan entitas anak untuk memperbaiki profitabilitas dan memperkuat fundamental bisnis.
Sinarom sendiri saat ini tengah melakukan uji coba prototipe produk kepada sejumlah calon pelanggan di industri makanan. Perusahaan juga melakukan negosiasi harga produksi sebagai bagian dari persiapan komersialisasi produk.
SMLE menjelaskan bahwa kegiatan usaha perseroan dan Sinarom memiliki fokus berbeda. SMLE bergerak dalam distribusi dan penjualan bahan baku specialty ingredients untuk berbagai industri, seperti makanan dan minuman, perawatan diri, parfum, serta farmasi.
Adapun Sinarom berfokus pada manufaktur melalui proses blending bahan kimia untuk menghasilkan produk sesuai formulasi dan kebutuhan pelanggan industri makanan. Kedua lini bisnis tersebut diharapkan saling melengkapi dan membuka peluang pertumbuhan usaha.
Dana Divestasi untuk Pengembangan Usaha
Terkait rencana penggunaan dana hasil divestasi saham Sinarom, SMLE menyatakan dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis dan kebutuhan Sinarom. Penggunaannya dapat mencakup penguatan modal kerja, pengembangan produk dan fasilitas, serta pemenuhan kebutuhan operasional.
Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ke depan, perseroan akan mengoptimalkan arus kas internal, melakukan negosiasi jangka waktu pembayaran dengan pemasok, serta memanfaatkan fasilitas perbankan apabila diperlukan.
Sementara itu, belanja modal atau capital expenditure (CAPEX) akan dilakukan secara selektif dengan memprioritaskan investasi yang memberikan nilai tambah, meningkatkan efisiensi operasional, dan menunjang pengembangan usaha.
Manajemen menegaskan, hingga penyampaian keterbukaan informasi tersebut, perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi lain dalam 12 bulan ke depan di luar penjajakan transaksi dengan Denico Food Ingredients.
SMLE juga menyatakan tidak terdapat informasi atau fakta material lain yang belum disampaikan kepada publik, selain informasi yang telah dipaparkan dalam Public Expose insidentil pada 13 Oktober 2026.












