Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026, saham baru tersebut ditawarkan dengan nilai nominal sekaligus harga pelaksanaan Rp50 per saham. Seluruh saham baru akan diterbitkan dari portepel perseroan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan rights issue ini akan meningkatkan jumlah saham AHAP dari sebelumnya 4,9 miliar saham menjadi maksimal 8,4 miliar saham setelah penambahan modal.
Rasio Rights Issue AHAP 7:5
Dalam PMHMETD V ini, setiap pemegang tujuh saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) AHAP pada 12 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh lima hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Pembayaran harus dilakukan secara penuh pada saat pemesanan dan pembelian saham.
HMETD dapat diperdagangkan di dalam maupun di luar BEI selama lima hari kerja, yakni pada 14–20 Oktober 2026. Saham baru hasil pelaksanaan HMETD juga dijadwalkan dicatatkan di BEI mulai 14 Oktober 2026.
Adapun batas akhir pelaksanaan HMETD ditetapkan pada 20 Oktober 2026. Hak yang tidak digunakan hingga tenggat tersebut akan berakhir dan tidak berlaku lagi.
Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimum sebesar 41,67%.
Asuransi Central Asia Ambil Seluruh Haknya
Dalam prospektus tersebut, PT Asuransi Central Asia selaku pemegang saham utama menyatakan akan mengambil seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam rights issue AHAP.
Jumlah hak yang akan dilaksanakan mencapai 2.190.245.006 saham atau setara dengan 62,58% dari seluruh saham baru yang ditawarkan. Nilai nominal keseluruhan saham tersebut mencapai Rp109,51 miliar.
Untuk memenuhi kewajiban penyetoran modal, Asuransi Central Asia akan mengonversi seluruh pinjaman subordinasi sebesar Rp30 miliar yang tercatat dalam laporan keuangan per 31 Maret 2026 menjadi setoran modal.
Sisa kewajiban sebesar Rp79,51 miliar akan dibayarkan secara tunai saat pelaksanaan PMHMETD V.
Komitmen pemegang saham utama tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rights issue AHAP. Meski demikian, prospektus menyebutkan tidak terdapat pihak yang bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini.
Apabila saham yang ditawarkan tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, sisa saham akan dialokasikan secara proporsional kepada pemegang saham yang mengajukan pemesanan tambahan melebihi haknya, berdasarkan jumlah HMETD yang telah dilaksanakan.
Jika masih terdapat saham yang tidak terserap setelah proses alokasi, saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel perseroan.
Jumlah Saham AHAP Menjadi Maksimal 8,4 Miliar
Sebelum rights issue, jumlah saham AHAP yang tercatat di BEI per 31 Maret 2026 mencapai 4,9 miliar saham. Setelah PMHMETD V, jumlah saham perseroan diperkirakan meningkat menjadi maksimal 8,4 miliar saham.
Saham baru yang diterbitkan akan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham lama, termasuk hak atas dividen, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
AHAP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum konvensional dan berkedudukan di Jakarta Pusat. Perseroan memiliki satu kantor pusat, tiga kantor cabang, serta tiga kantor pemasaran yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, dan Solo.
Dalam prospektusnya, perseroan juga mengungkapkan risiko utama yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha, yakni risiko asuransi. Risiko tersebut berkaitan dengan potensi ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajiban kepada pemegang polis akibat ketidakcukupan proses seleksi risiko, penetapan premi, penggunaan reasuransi, maupun penanganan klaim.
Pelaksanaan rights issue ini menjadi agenda permodalan penting bagi AHAP. Investor perlu mencermati realisasi penyerapan saham baru, penggunaan dana hasil aksi korporasi, serta dampak penambahan saham terhadap persentase kepemilikan dan prospek kinerja perseroan.












