Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Kripto

Bursa Moskow Uji Perdagangan Kripto, Bitcoin Ditargetkan Bisa Diperdagangkan Mulai Desember

badge-check


					Bitcoin Perbesar

Bitcoin

Bursa Moskow atau Moscow Exchange (MOEX), bursa saham terbesar di Rusia, berencana membuka perdagangan aset kripto bagi nasabahnya mulai Desember 2026. Saat ini, bursa tersebut telah memulai pengujian sistem bersama pelaku pasar profesional untuk mempersiapkan layanan perdagangan aset digital tersebut.

Direktur Pelaksana Senior Bidang Penjualan dan Pengembangan Bisnis Moscow Exchange, Boris Blokhin, mengungkapkan pengujian telah dimulai sekitar sepekan sebelum pernyataannya kepada wartawan di sela-sela forum Sber Investments.

“Kami sedang aktif melakukan pengujian. Kami memulainya sepekan lalu,” kata Blokhin, seperti dikutip dari laporan Interfax.

Dalam pelaksanaannya, Moscow Exchange akan bekerja sama dengan mitra penyimpanan dan penyelesaian aset digital. Melalui infrastruktur tersebut, pelaku pasar dapat membuka rekening untuk mendukung aktivitas perdagangan kripto.

Blokhin menambahkan, bursa tidak memerlukan izin atau lisensi tambahan untuk memulai perdagangan tersebut.

Regulasi Kripto Rusia Mulai Diperkuat

Rencana Moscow Exchange sejalan dengan perkembangan regulasi aset digital di Rusia. Undang-undang mengenai mata uang digital dan hak digital yang mulai berlaku pada September 2026 menjadi salah satu landasan pengaturan aktivitas kripto di negara tersebut.

Kerangka regulasi itu memungkinkan transaksi dilakukan melalui infrastruktur keuangan yang sudah tersedia, seperti bursa, perusahaan pialang, dan pengelola investasi berbasis kepercayaan.

Selain itu, ekosistem perdagangan aset digital juga akan melibatkan pelaku baru, termasuk penyedia layanan pertukaran kripto serta penyimpanan digital yang bertugas mencatat kepemilikan aset.

Langkah tersebut membuka jalan bagi perdagangan kripto melalui infrastruktur pasar keuangan yang lebih terintegrasi dengan sistem keuangan Rusia.

Sberbank Lebih Dulu Mendapat Persetujuan Kustodian Bitcoin

Perkembangan lain datang dari Sberbank, bank terbesar di Rusia. Pada September 2026, bank tersebut mengumumkan telah menjadi bank pertama di negara itu yang memperoleh persetujuan untuk menyediakan layanan kustodian Bitcoin.

Bank Sentral Rusia memberikan lampu hijau untuk layanan pencatatan kepemilikan mata uang digital serta fasilitasi pemindahan aset tersebut. Layanan ini mencakup Bitcoin dan sejumlah mata uang kripto lainnya.

Kehadiran layanan kustodian menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur pasar aset digital, terutama bagi investor yang membutuhkan fasilitas penyimpanan dan administrasi kepemilikan aset.

Rusia Masih Membatasi Penggunaan Kripto

Meski membuka ruang bagi perdagangan aset digital, Rusia tetap menerapkan pembatasan terhadap penggunaan kripto, terutama sebagai alat pembayaran.

Penggunaan mata uang kripto untuk pembayaran barang dan jasa di dalam negeri telah dilarang sejak 2022. Sementara itu, akses investasi bagi investor ritel yang tidak memenuhi kualifikasi tertentu dibatasi.

Berdasarkan ketentuan yang disebutkan dalam laporan tersebut, investor yang tidak memenuhi kualifikasi hanya dapat membeli Bitcoin dan stablecoin hingga batas 300.000 rubel per tahun melalui satu perantara. Nilai tersebut setara sekitar US$3.556 berdasarkan konversi yang digunakan dalam laporan sumber.

Sebaliknya, investor berkualifikasi dapat membeli berbagai aset kripto yang diperdagangkan di pasar bursa maupun di luar bursa (over-the-counter), tanpa batas investasi sebagaimana berlaku bagi investor yang tidak memenuhi kualifikasi.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya juga pernah menyinggung Bitcoin dalam sebuah forum pada 2024. Ia mempertanyakan apakah mata uang kripto tersebut dapat dilarang oleh pihak mana pun.

Pada Oktober 2026, Putin menandatangani undang-undang yang memperkuat landasan pengaturan mata uang digital dan hak digital di Rusia.

Perdagangan Kripto Masuk Infrastruktur Bursa

Rencana Moscow Exchange memperlihatkan upaya integrasi aset digital ke dalam infrastruktur pasar keuangan formal Rusia. Jika berjalan sesuai rencana, perdagangan kripto dapat dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan bursa, perantara keuangan, serta penyedia layanan penyimpanan aset digital.

Meski demikian, rencana pembukaan perdagangan pada Desember 2026 masih perlu ditindaklanjuti dengan hasil pengujian sistem dan pelaksanaan operasional oleh bursa.

Bagi pasar kripto, perkembangan ini menjadi salah satu langkah penting dalam perluasan akses perdagangan aset digital melalui institusi keuangan konvensional, di tengah regulasi Rusia yang tetap membatasi penggunaannya sebagai alat pembayaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Smarter Web Himpun Dana £10 Juta, Siapkan Dividen Mingguan dan Tambah Bitcoin

13 Oktober 2026 - 11:27 WIB

The Smarter Web Company,

Hampir 492 Ribu Solana Senilai Rp900 Miliar Masuk Kraken, Pasar Kripto Waspada

25 September 2026 - 11:41 WIB

Solana

Pemegang Bitcoin Realisasikan Profit Rp80 Triliun, Tapi Aksi Jual Masih Terbatas

24 September 2026 - 11:02 WIB

SHIB Naik 5%, Tapi Netflow 144 Miliar Token Jadi Sinyal Waspada bagi Investor

21 September 2026 - 09:26 WIB

Shiba Inu (SHIB)

Investor Besar Borong dan Jual Altcoin, PONS Tertekan 12%, ZEC Cetak Profit Nyaris Rp163 Miliar

21 September 2026 - 08:40 WIB

Aktivitas investor bermodal besar
Trending di Kripto