MICHIGAN – Ford Motor Company, JPMorgan Chase, dan pemerintah negara bagian Michigan membentuk inisiatif manufaktur senilai US$3 miliar untuk membantu industri menghadapi tantangan dalam pengembangan robotika, otomasi, pemrosesan mineral kritis, serta sejumlah sektor manufaktur prioritas lainnya.
Program tersebut hadir ketika perusahaan manufaktur menghadapi tantangan terkait tenaga kerja dan kebutuhan modal. Pemerintah dan sektor swasta pun semakin aktif mendorong pengembangan sumber daya manusia, perluasan fasilitas produksi, hingga pembaruan peralatan sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali industri manufaktur domestik Amerika Serikat.
Di bawah pemerintahan Donald Trump, Small Business Administration (SBA) juga memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi perusahaan manufaktur skala kecil. Sementara itu, sejumlah lembaga federal menyalurkan hibah untuk mendukung pemrosesan material baterai, pembangunan kapal, dan berbagai proyek manufaktur lainnya.
Kolaborasi antara Ford, JPMorgan Chase, dan Michigan tersebut menjadi salah satu contoh kemitraan publik-swasta yang ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan industri.
Presiden sekaligus CEO Ford, Jim Farley, mengatakan program yang diberi nama Michigan LIFT dirancang untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan nyata yang dihadapi industri manufaktur.
“Michigan LIFT adalah tentang membantu memecahkan tantangan manufaktur yang nyata dengan lebih cepat. Program ini menghubungkan inovator, pemasok, dan produsen dengan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang,” kata Farley dalam pernyataannya.
Berawal dari Michigan Resiliency Summit
Program Michigan LIFT berawal dari Michigan Resiliency Summit yang digelar JPMorgan Chase bersama pemerintah negara bagian Michigan di Detroit pada Juni 2026.
Pertemuan tersebut mempertemukan sejumlah pemimpin dari sektor industri, keuangan, dan pemerintahan. Dalam forum tersebut, para peserta mengidentifikasi berbagai hambatan operasional dan teknologi yang masih dihadapi industri manufaktur dalam memperluas skala bisnis.
Pemerintah Michigan kemudian membentuk Michigan LIFT sebagai model kemitraan publik-swasta untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut.
Michigan Economic Development Corp. akan mengerahkan strategi serta sumber daya untuk membantu perusahaan membawa inovasi dari tahap pengembangan menuju skala komersial.
Dukungan juga datang dari Michigan Central, kawasan teknologi dan budaya seluas sekitar 30 acre di Detroit. Fasilitas tersebut akan menyediakan ruang untuk melakukan pengujian fisik dan implementasi teknologi sehingga perusahaan dapat mempercepat transisi dari tahap prototipe menuju produksi.
Sementara itu, inkubator startup Newlab berencana memberikan dukungan dalam bentuk kontribusi non-tunai senilai US$20 juta. Dukungan tersebut ditujukan untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan berbagai peluang bagi perusahaan bertumbuh tinggi.
Fokus pada Tenaga Kerja dan Robotika
Selain pendanaan program, Ford Philanthropy dan JPMorgan Chase memberikan donasi sebesar US$550.000 kepada Focus: Hope, organisasi nirlaba yang berbasis di Detroit dan bergerak di bidang pendidikan serta pelatihan kerja.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pelatihan keterampilan manufaktur, robotika, pengelasan, serta pengembangan program pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.
Pengembangan tenaga kerja menjadi salah satu prioritas Ford dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan otomotif tersebut sebelumnya juga mempertemukan para pemimpin industri dalam agenda Accelerate the Essential Economy, yang membahas kesenjangan tenaga kerja terampil di Amerika Serikat.
Kebutuhan tenaga kerja terampil menjadi salah satu tantangan utama industri manufaktur. Berdasarkan laporan yang menyertai kegiatan tersebut, program pelatihan saat ini hanya menghasilkan sekitar 55 pekerja untuk setiap 100 tenaga kerja terampil yang dibutuhkan.
Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.
Melalui Michigan LIFT, Ford, JPMorgan Chase, dan pemerintah Michigan berupaya mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi teknologi, akses pembiayaan, fasilitas pengujian, serta pelatihan tenaga kerja.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya membantu perusahaan mengembangkan teknologi manufaktur, tetapi juga memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi domestik Amerika Serikat di tengah meningkatnya kebutuhan untuk membangun industri yang lebih tangguh.












