Menu ✖

Mode Gelap
Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

Uncategorized

Saham ERAA Melonjak 20%, Erajaya Buka Suara soal Lonjakan Harga dan Volume Transaksi

badge-check


					PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Perbesar

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) akhirnya memberikan penjelasan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan harga saham dan aktivitas perdagangan yang terjadi pada awal September 2026. Perseroan menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang menjadi pemicu kenaikan signifikan saham ERAA selain keterbukaan informasi yang telah disampaikan ke publik.

Penjelasan tersebut merupakan tanggapan atas surat BEI Nomor S-11357/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 4 September 2026 mengenai permintaan klarifikasi atas volatilitas transaksi saham ERAA.

BEI Soroti Lonjakan Harga dan Aktivitas Saham ERAA

BEI mencatat selama periode 1–3 September 2026 saham ERAA mengalami kenaikan harga dan aktivitas transaksi yang cukup tajam.

Harga saham ERAA melonjak 20,45% atau naik Rp101 dari penutupan 31 Agustus 2026 di level Rp494 menjadi Rp595 per saham pada 3 September 2026.

Selain itu, rata-rata volume perdagangan juga meningkat drastis menjadi sekitar 331,2 juta saham dengan frekuensi transaksi mencapai 17.200 kali. Sebagai perbandingan, pada 31 Agustus 2026 volume perdagangan tercatat 106 juta saham dengan frekuensi 7.416 kali.

Kenaikan harga dan lonjakan volume tersebut mendorong BEI meminta penjelasan langsung kepada manajemen Perseroan.

Erajaya Sebut Buyback Jadi Informasi Material yang Sudah Diungkap

Dalam surat tanggapannya, Erajaya menjelaskan bahwa selama periode tersebut Perseroan telah menyampaikan dua keterbukaan informasi kepada publik.

Pertama, pada 2 September 2026, Perseroan mengumumkan realisasi pembelian kembali saham (buyback) yang telah mencapai sekitar Rp99,86 miliar dengan harga rata-rata Rp422,64 per saham.

Kedua, pada 3 September 2026, Perseroan mengumumkan rencana buyback baru sesuai Surat Edaran OJK Nomor 10/D.04/2026 tentang kebijakan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Dalam rencana tersebut, Erajaya menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar untuk pelaksanaan buyback selama periode 4 September hingga 4 Desember 2026.

Di luar dua informasi tersebut, Perseroan menegaskan tidak mengetahui adanya fakta material lain yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi investor.

Tidak Ada Informasi dari Pemegang Saham Tertentu

BEI juga meminta konfirmasi mengenai kemungkinan adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang memengaruhi perdagangan saham ERAA.

Menanggapi hal itu, Erajaya menyatakan tidak mengetahui adanya perubahan kepemilikan saham dari pemegang saham tertentu selain laporan registrasi pemegang efek bulanan maupun keterbukaan informasi yang telah diwajibkan sesuai peraturan OJK.

Perseroan juga memastikan belum menerima informasi mengenai aktivitas penjaminan saham atau transaksi lain yang wajib dilaporkan oleh pemegang saham utama.

Belum Ada Aksi Korporasi Selain Buyback

Menjawab pertanyaan mengenai rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan, Erajaya menegaskan satu-satunya aksi korporasi yang telah direncanakan adalah program buyback saham senilai maksimal Rp500 miliar.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 4 September 2026 hingga 4 Desember 2026 sebagai bagian dari kebijakan stabilisasi harga saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

Perseroan juga menyatakan tidak memiliki informasi mengenai aksi korporasi lain yang berpotensi memengaruhi pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.

Pemegang Saham Utama Belum Berencana Melepas Saham

Dalam klarifikasi kepada BEI, Erajaya turut memastikan bahwa hingga saat ini pemegang saham utama belum memiliki rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya di Perseroan.

Selain itu, Perseroan menegaskan tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang belum diungkap kepada publik dan dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta

4 November 2026 - 08:28 WIB

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk

Anugerah Perkasa Semesta Lepas 699,97 Juta Saham Andira Agro (ANDI)

27 Oktober 2026 - 07:28 WIB

PT Andira Agro Tbk (ANDI)

Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 300 Ribu Saham, Hak Suara Turun Jadi 0,8168 Persen

23 Oktober 2026 - 14:29 WIB

PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI)

Saham DMND Terkonsentrasi 99,86 Persen, BEI dan KSEI Terbitkan Pengumuman

13 Oktober 2026 - 06:46 WIB

PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)

Pos Indonesia Hadapi Liquidity Gap Rp83,52 Miliar, Restrukturisasi Keuangan Dibantu PPA

7 Oktober 2026 - 08:15 WIB

PT Pos Indonesia (Persero)
Trending di Uncategorized