JPMorgan mempertahankan rekomendasi Overweight untuk saham SpaceX (NASDAQ: SPCX) dengan target harga US$240 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 75 persen dari harga perdagangan saham SpaceX yang berada di kisaran US$138.
Dilansir dari cryptonews.net, analis JPMorgan Doug Anmuth menyebut bank investasi tersebut semakin optimistis terhadap prospek bisnis kecerdasan buatan (AI) SpaceX, terutama setelah akuisisi perusahaan pengembang Cursor, Anysphere, yang telah resmi rampung.
Menurut JPMorgan, integrasi Cursor dengan model AI Grok menjadi langkah strategis yang dapat memperkuat bisnis AI perusahaan di segmen pelanggan korporasi.
Akuisisi Cursor Perkuat Ekosistem AI SpaceX
SpaceX menyelesaikan akuisisi Anysphere senilai US$60 miliar melalui transaksi berbasis saham pada 14 Agustus 2026. Setelah transaksi selesai, Anysphere resmi menjadi anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh SpaceX.
Cursor dikenal sebagai platform AI yang membantu pengembang perangkat lunak menulis, mengedit, dan melakukan debugging kode. Platform tersebut diklaim memiliki lebih dari 50.000 pelanggan bisnis, sementara laporan yang dikutip JPMorgan menyebut hampir dua pertiga perusahaan dalam daftar Fortune 500 telah menggunakan produknya.
JPMorgan menilai basis pelanggan tersebut memberikan peluang besar bagi SpaceX untuk menawarkan layanan Grok kepada perusahaan yang sudah menjadi pengguna Cursor.
Selain itu, data dari Cursor juga mulai digunakan untuk melatih model Grok terbaru, yang menurut JPMorgan telah menunjukkan peningkatan performa secara nyata.
Grok Diproyeksikan Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
JPMorgan menilai kemampuan Grok menghasilkan pendapatan dari pelanggan perusahaan akan menjadi pendorong pertumbuhan baru bagi SpaceX apabila adopsi AI korporasi terus meningkat.
Optimisme tersebut juga didukung peluncuran Grok 4.6, model AI terbaru SpaceX yang dirancang untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari riset, analisis data, rekayasa perangkat lunak, hingga pengembangan aplikasi.
Menurut JPMorgan, kombinasi performa dan biaya layanan yang lebih kompetitif dibanding sejumlah model AI pesaing dapat meningkatkan daya saing Grok di pasar enterprise.
Sementara itu, firma riset Bernstein juga menyebut Grok sebagai potensi wildcard bagi SpaceX. Meski demikian, penilaian tersebut masih berupa proyeksi analis dan belum tercermin dalam laporan keuangan perusahaan.
Saham SpaceX Segera Hadapi Unlock 370 Juta Saham
Di sisi lain, JPMorgan mengingatkan investor bahwa SpaceX akan menghadapi periode unlock saham berikutnya pada 9–10 September 2026.
Sekitar 370 juta saham diperkirakan akan mulai memenuhi syarat untuk diperdagangkan, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah saham yang beredar di publik sekitar 20 persen.
Meski demikian, JPMorgan menegaskan bahwa tidak semua saham yang terbuka akan langsung dijual oleh pemegang saham lama. Dampak terhadap harga saham akan bergantung pada keputusan masing-masing investor.
Sebelumnya, SpaceX juga mengalami dua periode unlock besar pada Agustus 2026, yakni sekitar 911,5 juta saham pada awal Agustus dan 319 juta saham pada 20 Agustus. Kekhawatiran pasar terhadap aksi jual besar-besaran tidak sepenuhnya terjadi, bahkan saham SpaceX sempat melonjak lebih dari 14 persen setelah periode unlock pertama berakhir.
Target Analis Beragam, dari US$63 hingga US$300
Target harga JPMorgan menjadi salah satu yang paling agresif di Wall Street. Sejumlah lembaga riset memiliki pandangan yang berbeda terhadap valuasi SpaceX.
- JPMorgan: US$240 (Overweight).
- Morgan Stanley: US$300, dengan skenario optimistis mencapai US$600.
- Oppenheimer: US$190.
- Argus: US$160.
- Morningstar: Nilai wajar sekitar US$63 per saham.
Perbedaan target tersebut mencerminkan asumsi yang berbeda mengenai potensi pertumbuhan bisnis roket, internet satelit Starlink, dan unit AI SpaceX.
Starlink Terus Ekspansi ke India
Di luar bisnis AI, unit internet satelit Starlink juga melanjutkan ekspansi global. SpaceX dilaporkan telah mengajukan permohonan baru kepada regulator India untuk mendapatkan izin mengoperasikan konstelasi satelit generasi kedua.
Konstelasi Starlink Gen 2 nantinya mendukung teknologi direct-to-device, yang memungkinkan ponsel kompatibel terhubung langsung ke satelit tanpa memerlukan terminal Starlink khusus.
Starlink sebelumnya telah mengantongi lisensi telekomunikasi di India, namun masih membutuhkan persetujuan regulator antariksa setempat sebelum layanan generasi kedua dapat beroperasi.
Meski prospek AI dan Starlink dinilai menjanjikan, kontribusi akuisisi Cursor terhadap pendapatan dan profitabilitas SpaceX baru akan terlihat dalam laporan keuangan perusahaan pada periode-periode berikutnya.












