Saham NVIDIA Corporation (NASDAQ: NVDA) memasuki pekan krusial menjelang rilis laporan keuangan kuartalan yang dijadwalkan pada Rabu (26/8/2026). Secara teknikal, tren jangka panjang Nvidia masih bertahan di jalur bullish, namun momentum penguatan mulai melemah sehingga membuka peluang koreksi lebih dalam jika hasil kinerja tidak memenuhi ekspektasi pasar.
Investor kini menyoroti apakah Nvidia mampu kembali melampaui ekspektasi tinggi di tengah valuasi saham yang sudah melonjak tajam berkat booming industri kecerdasan buatan (AI).
Tren Jangka Panjang Masih Bullish, Tapi Momentum Mulai Memudar
Pada grafik harian, Nvidia ditutup di level US$214,72, sedikit di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di US$215,45. Meski demikian, harga masih berada di atas EMA 50 hari di US$210,54 dan EMA 200 hari di US$196,54, yang menandakan struktur tren utama masih positif.
Namun indikator momentum mulai memberikan sinyal kehati-hatian.
Nilai Relative Strength Index (RSI) 14 berada di angka 51,01, menunjukkan kondisi netral tanpa dominasi pembeli maupun penjual. Sementara itu, indikator MACD mulai menghasilkan sinyal negatif setelah garis MACD turun di bawah garis sinyal, sebuah pola yang sering menjadi peringatan awal melemahnya momentum kenaikan.
Bollinger Bands juga memperlihatkan volatilitas yang masih tinggi, dengan area support dan resistance yang cukup lebar. Kondisi ini mengindikasikan pasar sedang melakukan konsolidasi setelah reli panjang, bukan langsung berbalik arah.
Grafik 1 Jam Tunjukkan Tekanan Jangka Pendek
Tekanan jual terlihat lebih jelas pada grafik satu jam. Harga kini berada di bawah EMA 20 jam dan EMA 50 jam, meskipun masih bertahan di atas EMA 200 jam di sekitar US$213,28.
Susunan tersebut umumnya menggambarkan pullback dalam tren naik yang lebih besar.
RSI pada timeframe satu jam turun ke 32,90, mendekati area oversold. Artinya, tekanan jual mulai mendominasi perdagangan intraday, tetapi juga membuka peluang pantulan teknikal jika pembeli kembali masuk.
Indikator MACD satu jam masih berada di zona negatif, meski histogram mulai mendatar. Hal ini menunjukkan momentum bearish mulai kehilangan tenaga, meski belum ada sinyal pembalikan yang kuat.
Timeframe 15 Menit Masih Didominasi Penjual
Pada grafik 15 menit, Nvidia masih berada dalam tren bearish jangka sangat pendek.
Harga bergerak di bawah EMA 20, EMA 50, hingga EMA 200 periode. RSI berada di angka 40,37, sedangkan MACD cenderung datar, menandakan tekanan jual mulai stabil tetapi belum berubah menjadi momentum beli.
Volatilitas intraday juga menyempit, mencerminkan pelaku pasar memilih menunggu katalis utama sebelum mengambil posisi besar.
Area US$213–216 Jadi Zona Penentu
Saat ini Nvidia diperdagangkan di area yang sangat penting.
Support harian berada di sekitar US$213,23, sementara pivot harian berada di US$215,99.
Jika saham mampu bertahan di atas area support tersebut dan kembali menembus EMA 20 hari, peluang melanjutkan tren naik akan semakin besar. Sebaliknya, penembusan support bisa memicu koreksi yang lebih dalam.
Risiko Koreksi ke US$190 Masih Terbuka
Sejumlah analis menilai ekspektasi terhadap laporan keuangan Nvidia sudah berada pada level yang sangat tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya fenomena “beat but sell”, yakni saham turun meski perusahaan berhasil melampaui estimasi laba dan pendapatan.
Secara teknikal, apabila harga menembus EMA 50 hari di US$210,54, tekanan jual berpotensi membawa Nvidia menuju area support kuat di sekitar US$190, yang juga berdekatan dengan batas bawah Bollinger Bands pada grafik harian.
Area tersebut dipandang sebagai zona koreksi utama apabila pasar kecewa terhadap prospek perusahaan.
Skenario Bullish: Nvidia Masih Berpeluang Menuju US$235
Agar tren bullish kembali menguat, Nvidia perlu memenuhi beberapa syarat teknikal:
- Bertahan di atas support US$213,23.
- Kembali merebut EMA 20 hari di sekitar US$215,45.
- Menembus pivot harian US$215,99.
- RSI kembali naik di atas kisaran 50–55.
- MACD kembali menghasilkan histogram positif.
Jika seluruh sinyal tersebut muncul bersamaan dengan laporan keuangan yang kuat, harga berpeluang kembali menguji area US$235, mendekati batas atas Bollinger Bands.
Fundamental Nvidia Masih Sangat Kuat Berkat AI
Di luar analisis teknikal, prospek fundamental Nvidia masih mendapat dukungan kuat dari banyak analis Wall Street.
Nvidia tetap menjadi pemain dominan di industri chip AI melalui ekosistem GPU, perangkat lunak, dan infrastruktur pusat data yang menjadi tulang punggung pengembangan kecerdasan buatan global.
Meski performa saham sepanjang 2026 tidak sefantastis tahun sebelumnya, Nvidia masih mencatat kenaikan sekitar 13,7% sepanjang tahun berjalan (year-to-date), menunjukkan minat investor terhadap sektor AI belum surut.
Harga Server AI Berpotensi Naik Lebih dari 15 Persen
Di sisi lain, terdapat risiko baru yang mulai diperhatikan investor.
Nvidia dikabarkan telah memberi tahu sejumlah pelanggan besarnya bahwa harga server berbasis chip AI bisa naik lebih dari 15% akibat melonjaknya biaya chip memori.
Kenaikan biaya produksi tersebut berpotensi menjaga margin perusahaan dalam jangka pendek, tetapi juga memunculkan kekhawatiran bahwa harga yang lebih mahal dapat menekan permintaan jika belanja AI mulai melambat.
Laporan Keuangan Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Laporan keuangan pekan ini diperkirakan menjadi katalis terbesar bagi Nvidia sekaligus sektor teknologi global. Volatilitas diprediksi tetap tinggi mengingat rata-rata pergerakan harian saham Nvidia masih cukup besar.
Untuk saat ini, Nvidia masih mempertahankan struktur bullish pada grafik harian, tetapi pelemahan momentum di timeframe pendek menunjukkan pasar sedang berhati-hati. Area US$213–216 menjadi zona penentu sebelum laporan keuangan diumumkan.
Jika kinerja Nvidia mampu melampaui ekspektasi sekaligus memberikan panduan pendapatan yang kuat, koreksi saat ini berpotensi menjadi peluang beli. Namun jika ekspektasi tinggi gagal terpenuhi, saham Nvidia berisiko memasuki fase koreksi menuju area US$190.












