Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

Estika Tata Tiara (BEEF) Buyback Saham Rp9,46 Miliar, Sisa Dana Rp90,54 Miliar

badge-check


					PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) Perbesar

PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)

JAKARTA – PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 52,56 juta saham hingga 22 Juli 2026. Nilai transaksi pembelian kembali saham tersebut mencapai sekitar Rp9,46 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui laporan hasil pembelian kembali saham yang ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 19 Agustus 2026.

Dalam laporan tersebut, BEEF menyebut program buyback dilakukan dengan mengacu pada Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan.

Selain itu, perseroan juga merujuk POJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka serta Surat Edaran OJK Nomor S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi tersebut, BEEF sebelumnya menetapkan rencana pembelian kembali maksimal 333,33 juta lembar saham dengan dana yang disiapkan hingga Rp100 miliar. Saham hasil pembelian kembali tersebut akan masuk sebagai saham treasuri.

Dimulai Mei 2026

Realisasi transaksi buyback dimulai pada 20 Mei 2026, sehari setelah tanggal yang tercantum dalam keterbukaan informasi awal.

Pada 20 Mei, perseroan membeli 2,998 juta saham dengan harga rata-rata Rp167 per saham. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp480,25 juta.

Sehari berselang, BEEF kembali membeli 7,04 juta saham dengan harga rata-rata Rp165 per saham. Nilai transaksi pada 21 Mei mencapai sekitar Rp1,07 miliar.

Transaksi kemudian berlanjut pada Juni. Beberapa pembelian terbesar terjadi pada 19 Juni sebanyak 4,39 juta saham dengan nilai sekitar Rp681,85 juta, 25 Juni sebanyak 4 juta saham senilai sekitar Rp557,11 juta, serta 26 Juni sebanyak 5,5 juta saham dengan nilai sekitar Rp728,94 juta.

Memasuki Juli, aktivitas buyback BEEF berlangsung ketika harga rata-rata pembelian berada di level yang lebih tinggi dibandingkan beberapa transaksi pada Mei dan Juni.

Pada 8 Juli, misalnya, perseroan membeli 2,24 juta saham dengan harga rata-rata Rp280 per saham dan nilai transaksi sekitar Rp621,76 juta.

Pembelian berikutnya pada 9 Juli mencapai 2,31 juta saham dengan harga rata-rata Rp268 per saham, sedangkan pada 10 Juli BEEF membeli sekitar 1,26 juta saham dengan harga rata-rata Rp274 per saham.

Transaksi berlanjut hingga 22 Juli 2026. Pada tanggal tersebut, perseroan membeli 827.500 saham dengan harga rata-rata Rp298 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp245,78 juta.

Sisa Dana Rp90,54 Miliar

Dengan akumulasi pembelian sebanyak 52.558.600 saham, dana yang telah digunakan BEEF mencapai Rp9.456.904.535.

Dengan demikian, dari plafon dana buyback maksimal Rp100 miliar, perseroan masih memiliki sisa nominal dana pembelian kembali saham sebesar Rp90.543.095.465.

Jika dibandingkan dengan target maksimal 333,33 juta saham, jumlah saham yang telah dibeli hingga 22 Juli baru sekitar 15,77 persen dari total saham yang direncanakan untuk dibeli kembali.

Laporan tersebut ditandatangani Corporate Secretary PT Estika Tata Tiara Tbk, Ratna Sari, dan disampaikan kepada OJK serta BEI pada 19 Agustus 2026.

Program buyback ini menjadi salah satu langkah korporasi BEEF di tengah kondisi pasar modal yang dinilai mengalami fluktuasi signifikan, dengan pelaksanaannya mengacu pada ketentuan regulator mengenai pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Pemenang Nusantara Internasional Lepas 20 Juta Saham WINR untuk Tambah Free Float

4 September 2026 - 21:13 WIB

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)
Trending di Saham