JAKARTA – Samuel Sekuritas Indonesia menambah kepemilikan saham PT Sentul City Tbk (BKSL) dalam jumlah signifikan. Berdasarkan laporan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepemilikan Samuel Sekuritas meningkat menjadi 6,825 miliar saham atau setara 4,07 persen hak suara.
Laporan bernomor LK/14082026/0014/1 tersebut disampaikan pada 14 Agustus 2026. Dalam dokumen itu, Samuel Sekuritas Indonesia tercatat sebagai pihak yang memiliki saham BKSL secara langsung dan berstatus sebagai anggota Direksi.
Sebelum transaksi, Samuel Sekuritas Indonesia memiliki 5.892.753.300 saham BKSL, dengan hak suara sebesar 3,51 persen.
Setelah transaksi, jumlah kepemilikan meningkat menjadi 6.825.427.900 saham, sehingga terjadi penambahan sebanyak 932.674.600 saham.
Transaksi Rp63,42 Miliar
Pembelian saham tersebut dilakukan pada 14 Agustus 2026 dengan harga Rp68 per saham.
Jika dihitung berdasarkan jumlah saham yang dilaporkan, nilai transaksi mencapai sekitar Rp63,42 miliar.
Dalam laporan kepada OJK, transaksi tersebut diklasifikasikan sebagai penempatan repo dengan jenis transaksi pembelian saham biasa.
Dengan tambahan tersebut, porsi kepemilikan Samuel Sekuritas Indonesia di BKSL meningkat 0,56 poin persentase, dari 3,51 persen menjadi 4,07 persen.
Kepemilikan Tembus 4 Persen
Kenaikan kepemilikan membuat Samuel Sekuritas Indonesia kini menguasai lebih dari 4 persen hak suara di Sentul City.
Meski demikian, laporan tersebut menyatakan status transaksi bukan dalam rangka mempertahankan pengendalian. Pada bagian keterangan pengendali, laporan mencatat tidak, termasuk untuk pertanyaan apakah akan mempertahankan pengendalian.
Sementara itu, tujuan transaksi dicatat sebagai penempatan repo.
Laporan perubahan kepemilikan tersebut disampaikan berdasarkan ketentuan POJK Nomor 4/2024 mengenai laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka dan aktivitas menjaminkan saham perusahaan terbuka.
Transaksi ini menjadi salah satu perubahan kepemilikan saham BKSL yang tercatat dalam keterbukaan informasi pasar modal pada Agustus 2026.












