JAKARTA – Kepemilikan saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) mengalami perubahan setelah salah satu anggota Dewan Komisaris, Jemmy Kurniawan, melepas sebagian kepemilikannya di perusahaan.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Agustus 2026, Jemmy Kurniawan tercatat melakukan perubahan jumlah kepemilikan saham MEDS.
Sebelum transaksi, Jemmy menguasai 861.820.300 saham MEDS, dengan porsi hak suara mencapai 55,16%.
Setelah transaksi, jumlah kepemilikannya berkurang menjadi 855.319.300 saham, sementara hak suara turun menjadi 54,74%.
Dengan demikian, terdapat pengurangan kepemilikan sebanyak 6.501.000 saham MEDS.
Kepemilikan Masih di Atas 50%
Meski melepas jutaan saham, posisi Jemmy Kurniawan sebagai pemegang saham dengan kepemilikan signifikan di MEDS belum berubah.
Porsi kepemilikannya setelah transaksi masih mencapai 54,74% berdasarkan hak suara. Artinya, Jemmy tetap menguasai lebih dari separuh hak suara dalam perusahaan.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LK/11082026/0027/1 dan disampaikan dalam kapasitas Jemmy sebagai anggota Dewan Komisaris PT Hetzer Medical Indonesia Tbk.
Kewajiban pelaporan ini mengacu pada Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 mengenai laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka serta aktivitas menjaminkan saham perusahaan terbuka.
Transaksi Kurangi 6,5 Juta Saham
Perubahan dari 861,82 juta saham menjadi 855,32 juta saham menunjukkan adanya pelepasan sekitar 6,5 juta saham.
Namun, dokumen keterbukaan informasi tersebut tidak mencantumkan rincian harga transaksi maupun nilai dana yang diperoleh dari pelepasan saham tersebut.
Bagi investor, perubahan kepemilikan oleh jajaran manajemen atau komisaris menjadi salah satu informasi yang patut dicermati karena dapat memberikan gambaran mengenai dinamika kepemilikan saham di tingkat internal perusahaan.
Dengan kepemilikan yang masih berada di atas 50%, Jemmy Kurniawan tetap menjadi pemegang saham dengan posisi dominan di MEDS setelah transaksi tersebut.
Perubahan kepemilikan ini dilaporkan pada 11 Agustus 2026 sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi perusahaan terbuka kepada regulator pasar modal.












