JAKARTA – Samuel Sekuritas Indonesia melaporkan perubahan kepemilikan saham di PT Sentul City Tbk (BKSL) setelah melakukan serangkaian transaksi penjualan saham dalam rangka pencairan repurchase agreement (repo) pada 31 Juli 2026.
Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepemilikan Samuel Sekuritas di BKSL berkurang dari 8,87 miliar saham atau setara 5,29% menjadi 7,56 miliar saham atau 4,51% dari total hak suara Perseroan.
Dengan demikian, jumlah saham yang dilepas mencapai sekitar 1,32 miliar saham melalui empat transaksi yang dilakukan pada hari yang sama.
Seluruh Transaksi Merupakan Pencairan Repo
Dalam keterbukaan informasi, Samuel Sekuritas menjelaskan bahwa seluruh transaksi dilakukan dalam rangka pencairan repo, bukan sebagai aksi divestasi strategis.
Rincian transaksi yang dilaporkan meliputi:
- Penjualan 658,50 juta saham pada harga Rp152 per saham.
- Penjualan 527,24 juta saham pada harga Rp65 per saham.
- Penjualan 60,44 juta saham pada harga Rp130 per saham.
- Penjualan 70,85 juta saham pada harga Rp170 per saham.
Seluruh transaksi dilakukan melalui kepemilikan langsung.
Tidak Mengubah Pengendalian
Samuel Sekuritas menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas PT Sentul City Tbk.
Laporan juga tidak mencantumkan adanya kelompok pemegang saham terorganisasi maupun pihak lain yang memberikan kuasa dalam penyampaian laporan kepemilikan saham tersebut.
Perubahan kepemilikan ini disampaikan sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024 mengenai laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka serta aktivitas penjaminan saham.
Meski kepemilikannya turun menjadi 4,51%, Samuel Sekuritas masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham dengan kepemilikan signifikan di PT Sentul City Tbk setelah penyelesaian transaksi tersebut.












