Menu ✖

Mode Gelap
Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

Saham

Saham JELI Sempat Diguncang Antrean Jual 68 Juta Lot, Niramas Utama Buka Suara

badge-check


					Saham JELI Sempat Diguncang Antrean Jual 68 Juta Lot, Niramas Utama Buka Suara Perbesar

JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk (JELI) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait munculnya antrean penawaran jual (offer) dalam jumlah sangat besar pada perdagangan saham perseroan yang sempat mengundang perhatian pelaku pasar.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menjelaskan bahwa pada perdagangan 30 Juli 2026 sempat terlihat antrean penawaran jual sekitar 68 juta lot. Jumlah tersebut jauh melampaui total saham Perseroan yang tercatat di BEI, yakni sekitar 12,66 juta lot, termasuk sekitar 2,66 juta lot saham yang dimiliki masyarakat.

Manajemen menegaskan bahwa angka tersebut merupakan pesanan jual yang tercantum dalam order book, bukan transaksi yang telah benar-benar terjadi di pasar.

Perseroan menyatakan kemunculan antrean jual dalam jumlah tidak wajar tersebut memicu perhatian investor dan bertepatan dengan meningkatnya tekanan jual serta volatilitas pada saham JELI. Situasi itu dinilai berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap perdagangan saham perusahaan.

Karena itu, Niramas Utama menyampaikan klarifikasi guna memastikan investor memperoleh informasi yang akurat, memadai, dan berimbang.

BEI: Bukan Gangguan Sistem maupun Serangan Siber

Berdasarkan hasil pertemuan antara Perseroan dan Bursa Efek Indonesia pada 30 Juli 2026, BEI menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem perdagangan Bursa, serangan siber (cyberattack), maupun gangguan teknis (glitch).

Dari hasil penelusuran awal, Bursa menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian dalam penyampaian pesanan jual oleh salah satu Anggota Bursa (AB). Kondisi tersebut menyebabkan munculnya penawaran jual dengan jumlah yang jauh melebihi saham Perseroan yang sebenarnya tercatat di BEI.

Saat ini, indikasi tersebut masih dalam proses penelaahan lebih lanjut oleh Bursa terhadap pihak-pihak terkait.

Tidak Berdampak pada Operasional dan Keuangan

Manajemen JELI menegaskan bahwa meski insiden tersebut memicu sentimen negatif di pasar hingga menyebabkan tekanan jual dan pergerakan harga saham yang tidak wajar, kondisi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan.

Perseroan memastikan kegiatan usaha, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan bisnis tetap berjalan normal dengan fundamental yang tetap terjaga.

Selain itu, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), menjaga transparansi informasi kepada investor, regulator, serta seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan juga menyatakan akan tetap fokus pada pengembangan usaha dan peningkatan kinerja guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham di tengah dinamika pasar dan ekonomi global.

Dengan klarifikasi tersebut, Niramas Utama berharap investor dapat memahami bahwa gejolak yang terjadi lebih berkaitan dengan mekanisme penyampaian order di pasar, bukan karena memburuknya kondisi fundamental perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen

6 November 2026 - 08:08 WIB

PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)

BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID

6 November 2026 - 08:02 WIB

BEI

BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap

6 November 2026 - 07:58 WIB

PT Bursa Efek Indonesia (BEI)

Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham

5 November 2026 - 11:15 WIB

PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI)

Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

4 November 2026 - 08:23 WIB

PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) - (Foto: Istimewa www.financialreview.id/)
Trending di Saham