JAKARTA – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (BEI: MGLV) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat Nomor 017/Dir-NexAI/VII/2026, perseroan berencana menerbitkan maksimal 285.732.512 saham baru.
Perseroan telah menjadwalkan pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 28 Juli 2026, sementara pelaksanaan RUPS untuk meminta persetujuan pemegang saham akan digelar pada 3 September 2026. Keterbukaan informasi mengenai aksi korporasi tersebut juga dipublikasikan pada 28 Juli 2026.
Dana Rights Issue untuk Akuisisi hingga Pengembangan Data Center
Dalam keterbukaan informasi, MGLV menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan strategis perusahaan, antara lain:
- Pelunasan kewajiban atas pengambilalihan NAC dan NGC oleh perseroan.
- Pembayaran lebih awal utang perseroan kepada NDC.
- Memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan maupun entitas anak.
- Belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan dan perusahaan anak.
- Mendukung pengembangan bisnis yang berkaitan dengan kegiatan usaha data center.
Langkah ini mencerminkan fokus NexAI Digital Infrastruktur dalam memperkuat fondasi bisnis sekaligus mempercepat pengembangan infrastruktur pusat data yang menjadi salah satu lini usaha utama perusahaan.
Menunggu Persetujuan Pemegang Saham
Rencana rights issue tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPS yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026. Perseroan juga akan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku di pasar modal terkait pelaksanaan penambahan modal dengan HMETD.
Apabila memperoleh persetujuan, penerbitan saham baru diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan MGLV, meningkatkan fleksibilitas pendanaan, serta mendukung ekspansi bisnis perusahaan di sektor infrastruktur digital yang terus berkembang di Indonesia.












