JAKARTA – PT Fortune Indonesia Tbk (BEI: FORU) resmi memulai pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dengan nilai emisi maksimal mencapai Rp27,10 triliun.
Dalam aksi korporasi ini, FORU menawarkan sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 saham baru atau setara 99,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah rights issue. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp126 per saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Rights issue tersebut telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 September 2026.
Rasio Rights Issue FORU: 100 Saham Lama Dapat 46.235 HMETD
Berdasarkan prospektus Perseroan, setiap pemegang 100 saham lama FORU yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 46.235 HMETD.
Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126.
Perseroan menyebutkan total dana yang dapat dihimpun dari rights issue ini mencapai Rp27.102.135.866.400 apabila seluruh HMETD dilaksanakan.
Saham baru hasil PMHMETD I memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham Perseroan yang telah beredar, termasuk hak atas dividen.
IMR Asia Holding Ambil Porsi Terbesar Lewat Inbreng
Pemegang saham pengendali FORU, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), menyatakan akan melaksanakan hampir seluruh haknya dalam rights issue.
IMR AH yang memiliki 357.342.600 saham atau sekitar 76,81% kepemilikan di FORU berhak atas 165.217.351.110 HMETD.
Melalui surat pernyataan tertanggal 20 Juli 2026, IMR AH menyatakan akan melaksanakan 165.216.755.166 HMETD dengan mekanisme penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng).
Aset yang akan diinbrengkan berupa 49% kepemilikan saham PT Borneo Prima (BP) atau sebanyak 10.780 saham Seri A milik IMR AH dengan nilai transaksi sekitar Rp20,82 triliun.
Rencana inbreng tersebut menjadi bagian terbesar dari total nilai rights issue FORU.
Risiko Dilusi Hampir 100 Persen
Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi kepemilikan maksimum sebesar 99,79% setelah PMHMETD I selesai dilaksanakan.
Selain itu, FORU juga menyampaikan risiko utama usaha Perseroan adalah ketergantungan terhadap kinerja entitas anak, sehingga gangguan pada operasional entitas anak dapat memberikan dampak material terhadap kinerja Perseroan.
Jadwal Penting Rights Issue FORU
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Recording date HMETD | 23 September 2026 |
| Distribusi sertifikat HMETD | 24 September 2026 |
| Pencatatan HMETD dan saham baru di BEI | 25 September 2026 |
| Periode perdagangan HMETD | 25 September – 6 Oktober 2026 |
| Periode pelaksanaan HMETD | 25 September – 6 Oktober 2026 |
| Penyerahan saham hasil pelaksanaan | 28 September – 8 Oktober 2026 |
| Batas pembayaran saham tambahan | 7 Oktober 2026 |
| Tanggal penjatahan | 8 Oktober 2026 |
| Pengembalian dana pemesanan | 9 Oktober 2026 |












