Menu

Mode Gelap
Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

Ekonomi

Gubernur BI Perry Warjiyo Ajukan Pengunduran Diri, Presiden Terima Surat Resmi

badge-check


					Gubernur BI Perry Warjiyo Ajukan Pengunduran Diri, Presiden Terima Surat Resmi Perbesar

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri tersebut telah diterima Presiden Republik Indonesia dan kini tengah diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah menerima surat pengunduran diri Perry secara resmi pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, Presiden menerima permohonan tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

“Secara resmi kami telah menerima surat pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia yang ditujukan kepada Bapak Presiden,” ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers, Senin (27/7/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah akan menindaklanjuti proses administrasi dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat. Presiden juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry yang telah memimpin bank sentral selama lebih dari tujuh tahun.

Ia menjelaskan bahwa keputusan Perry untuk mengundurkan diri didasarkan pada alasan pribadi. Meski demikian, pemerintah tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai alasan tersebut.

Untuk memastikan roda kebijakan moneter tetap berjalan, jabatan Gubernur BI untuk sementara akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti hingga proses penetapan pejabat definitif sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam konferensi pers pemerintah, Perry Warjiyo tidak tampak hadir. Perwakilan Bank Indonesia yang mengikuti agenda tersebut antara lain Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti dan Deputi Gubernur Thomas Djiwandono.

Pengunduran diri Perry terjadi di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, sehingga menjadi sorotan pelaku pasar dan investor.

Perry Warjiyo pertama kali menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada periode 2018–2023. Ia kemudian kembali dipercaya memimpin bank sentral untuk periode kedua yang sedianya berakhir pada 2028, sebelum akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PPRO Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT, Dukung Pemulihan Pascabencana

2 September 2026 - 21:32 WIB

PPRO Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT,

Bursa Asia Bergerak Datar Jelang Sanksi Baru AS ke Iran, Pasar Menanti Laporan Keuangan Nvidia dan Sinyal The Fed

24 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Asia Market

Vanguard Ungkap Alasan Investor Sebaiknya Tak Terjebak Timing Pasar

16 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Managing Director Asia Pacific Vanguard, Daniel Shrimski

Bursa Asia Berguguran! Saham AI Jadi Biang Kerok, KOSPI Ambles 4 Persen Meski Harapan Damai Iran Menguat

3 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Lindungi Industri Lokal, Menkeu Purbaya Minta Aturan KEK Diselaraskan

26 Juli 2026 - 14:06 WIB

Menkeu Purbaya
Trending di Ekonomi